Kamis, 01 Oktober 2020

Tetangga masak gitu?

Akhirnya hari ini datang juga. Hari yang paling aku benci, karena kepulangannya. Sebut saja Deni, tetangga sebelah rumahku, sekaligus keponakan dari istriku. Dia pulang dari Jakarta. Setelah beberapa bulan disana. Padahal saat itu pandemic covid-19 mulai merebak, yaitu 16 maret 2020. Hari ini Jumat, 02 oktober 2020, dia balik lagi ke desa Ledok. Kedatangannya saja sudah bikin heboh keluarga, mulai dari listrik rumahnya yang harus dinyalakan, sampai berbagai persiapan kecil yang dilakukan oleh saudara sepupuku. Padahal sebelumnya berkali-kali dia bilang dengan gayanya yang sok kaya akan pasang listrik sendiri. Karena listrik yang aku pakai dan disalur sama dia adalah listrik musholla dengan status untuk kepentingan sosial.

Hal yang paling menyebalkan darinya adalah rasa menang sendiri, karena dia adalah cucu tertua dari mbah jami. Yang secara tidak langsung adalah keponakan dari istriku, itu sebabnya dia memanggilku “Pak Dhe”. Selain itu dia merasa paling pintar dalam segala hal, dan serba bisa, meski aku tidak tahu bagaimana kenyataannya. Hampir semua barang yang ada disini diakui sebagai miliknya. Karena yang membuat atau memasang adalah bapaknya. Aku sendiri tidak tahu yang sebenarnya, disini saya hanya anak mantu, dan disuruh menempati rumah Pak Lik yang kebetulan ada musholla di depan rumahnya. Semua barang dirumah ini kukira warisan dari Pak Lik dan tinggal pakai, ternyata malah diakui sebagai miliknya. Kalau misalnya dipakai bersama mungkin saya masih bisa memaklumi. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Dia membuat batas rumah sendiri sesuai versinya dan tidak boleh dijamah oleh keluargaku, padahal sebelumnya kami biasa memakainya, seperti kamar mandi yang letaknya di ujung rumah.

Karena rumah ini sudah jelas dibagi dua, saya sebetulnya ikhlas. Namun sifat semena-mena dan mengakui semua barang adalah miliknya plus rasa sok tahu dan sok bisa segalanya membuat saya eneg. Setiap kali ada masalah yang berhubungan dengannya saya lebih baik mundur. Karena saya merasa percuma berhubungan dengan orang seperti itu. Sifat yang terlihat justru malah kekanak-kanakan karena mau menang sendiri.

Kini dia pulang, aku berharap dia segera pergi lagi, meski aku belum tahu batang hidungnya pagi ini. Saudara sepupu yang lain pernah menasehati bahwa dia tidak akan bertahan lama tinggal di suatu tempat, jadi lihat saja kelakuannya. Namun dia lupa menyampaikan lihat juga penderitaan hidup sama dia. Rasa tertekan yang sering timbul karena tidak nyaman jika ada dia, seperti mata atau CCTV yang selalu mengintai kita jika melakukan sesuatu. Itu sebabnya saudara sepupuku mempersiapkan kedatangannya ala kadarnya seperti menyalakan listrik seperti yang dia pinta di dalam pesan WA. Namun bagiku EGP dan aku tidak mau tahu dengn apa yang dia lakukan. Bagiku wujuduhu ka adamini, keberadaannya seperti tidak ada karena rasa takut dan tertekan yang pernah dia berikan kepada keluargaku. Untuk kali ini mungkin aku belum bisa menuliskannya disini, karena terlalu sakit. Mungkin jika sudah terbiasa dengan tekanannya beberapa hari ke depan mungkin aku baru bisa menuliskannya.

Dan pesan adik sepupuku yang sekarang jadi guru di SMEA NEGERI 1 CEPU adalah bersabar dan berdoa. Yakinlah bahwa suatu saat semua hal akan menemukan masa indah, jika waktunya sudah tepat. Meski aku tak terlalu berharap, semoga itu benar-benar terjadi pada keponakan istriku yang satu ini. Semoga saja dia berubah menjadi lebih baik, setelah segala macam penderitaan menderanya dalam beberapa tahun berakhir ini.

Namun tak tahu juga sih, sifat manusia bisa berubah sesuai moodnya masing masing, sama seperti sifatku yang sekarang yang lagi gibahin dia di akun pribadi ini. Wkwkwk…

Kamis, 10 September 2020

Hakim, Ainul dan Zaky

Mereka adalah trio kwek-kwek, pembuat onar di kelas kami. Selain asfa kelas akan terasa sepi jika tidak ada mereka. Hakim adalah alumni sebuah SMK yang sangat terkenal di kota cepu. Ibunya adalah primadona di jaman mudanya dulu. Karena saya juga kenal dengan ibunya. Dia adalah kakak kelas saya sewaktu sekolah. Namun kami tidak pernah bertemu. Saya masuk sekolah saat dia sudah lulus. Mungkin karena ibunya yang cantik, hakimpun mempunyai wajah yang tampan. Sayang dia pelo. Tidak bisa mengucapkan huruf R dengan jelas. Seperti orang jepang. Dia mengucap huruf R menjadi L. contoh laler menclok pager, jika hakim yang mengucapkannya maka akan terdengan lalel menclok pagel. Dan kelihatannya pelo nya hakim sangat parah.

Ainul, adalah keponakan dari sahabatku di MTs, namanya mabrur. Mabrur mempunyai suara yang sangat bagus dan sering adzan pada hari jumat di masjid. Dulu sewaktu kami masih di MTs kami sering latihan qiroah bersama. Meski suarsaya tidak begitu bagus, namun saya berhasil menghafalkan tujuh tausih lagu qiroah.

Zaki adalah anak pak amin, kepala MTs Darul Falah Cepu. Dulu dia adalah murid saya. Dan sekarang kita dipertemukan lagi sebagai peserta pelatihan bahasa inggris. Sama-sama sebagai murid. Namun rasa hormat nya kepada saya tidak berkurang. Karena saya selalu mengajarkan tidak ada mantan murid, apalagi mantan guru. Orang tang sudah mengajarkan ilmu kepada kita meski Cuma satu huruf, maka beliau adalah guru kita. Begitu kata sahabat ali bin abi thalib dalam kitab ta’limul muta’alim.

Kebetulan ketiga anak ini bersaudara, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana hubungannya. Namun zaki yang paling tua. Sebab inul dan hakim kalau memanggil pak amin dengan sebutan pak dhe. Entah kebetulan atau tidak mereka berhasil mendaftar sebagai peserta BLK dan menjadi tim penggerak. Seperti saat ini, meski pelatihan sudah selesai namun mereka masih kompak di grup WA. Bahkan sering beberapa kali mengadakan acara rujakan dan makan-makan. Apalagi sekarang bulan muharrom. Banyak orang yang memperingati hari kelahirannya dengan bancak-an. Dan kita sering di undang untuk ikut makan makan. Termasuk pak cip sang penyelenggara pelatihan season 1 dan 2. Namun sayangnya saya jarang ikut. Karena rumah saya jauh sekali. Meski dalam hati juga ingin kumpul bersama teman-teman. Lagipula waktunya sering tidak pas, karena saya sering puasa senin kamis sejak setahun terakhir ini. Akhirnya hanya bisa mendoakan semoga mereka mendapat barokah di hari lahirnya.

Well... itu cerita tentang semua lelaki di kelas kami, BLK Komunitas bahasa inggris AL IANAH Cepu yang kami ikuti selama satu bulan. Minggu depan saya akan bercerita tentang ceweknya, karena banyak sekali. Dan mungkin juga kurang bahan yang bisa saya sajikan. Kalau menggambarkan karakter mereka sedikit demi sedikit mungkin bisa, biarpun tidak detil.

Owh ya, selain pak cip sebagai penyelenggara ada juga mas lolok, sang penjaga dan juga pak agung tukang cathering. Dan yang tentunya tak bisa saya tinggalkan yaitu gus syafa, pengasuh pondok pesantren al I’anah cepu sekaligus penyelenggara pelatihan ini. Sedikit demi sedikit saya akan bercerita tentang mereka untuk mengisi blog ini dan mengasah kemampuan saya dalam menulis terutama editing. Karena sebentar lagi saya akan disibukkan dengan menulis thesis sebagai syarat untuk meraih gelas S2. Magister di dunia pendidikan agama islam.

Guru menulis saya, bapak budi maryono pernah mengibaratkan menulis adalah sebuah kebisaaan, seperti bersepeda. Kalau tidak pernah naik sepeda, bagaimana kita bisa menulis.

Minggu, 06 September 2020

Asfa Oy

Sebelum saya bercerita tentang trio kwek kwek (sebutan untuk, hakim, inul dan zaki) saya akan menceritakan tentang Asfa. Salah seorang peserta pelatihan bahasa inggris yang selalu memakai sarung. Dia adalah alumni pondok pesantren al anwar sarang rembang. Dulunya dia alumni dari MTs AL Muhammad Cepu. Lalu melanjutkan di MA Yastamas Cepu. Dan mondok di AL-IANAH Cepu gang Delapan. Setelah lulus dari aliyah dia melanjutkan studinya di STAI AL ANWAR sarang rembang, sambil mondok disana.

Beberapa peserta perempuan mengaku kalau kelas terasa sepi kalau tidak ada Asfa. Maklum pembawaan Asfa sumeh dan selalu lucu dalam setiap tingkah lakunya. Suaranya keras dengan sedikit logat yang dibuat-buat, sehingga setiap kali dia berbicara selalu membuat orang terpingkal-pingkal. Asfa mempunyai gigi gingsul, gigi yang tumbuh tidak sempurna (tumpuk) namun justru itu menambah daya tariknya.

Dalam beberapa kegiatan yang diadakan oleh BLK (selama pelatihan)dia selalu mendapat kepercayaan sebagai master of ceremony (MC) tentu saja acara selalu heboh dengan gayanya. Meski bahasa inggrisnya banyak yang salah ketika membawakan acara, namun dia tetap pede. Toh kita juga gak begitu paham dengan bahasa inggris. Selain Mr. Nafa (sang tutor)yang penting speak up loudly.

Sayang pada acara pamungkas (jalan-jalan ke sarangan) dia tidak ikut karena persiapan ujian skripsi. Tentu saja sekarang dia sudah lulus dan jadi sarjana. Oleh karena itu acara ke sarangan menjadi garing tanpa dia. Selain itu tidak ada uang saku, sehingga membuat lemas semua peserta.

Akhir-akhir ini saya sering melihat dia di BLK mengantarkan snack dan juga makanan. Maklum dia dipasrahi oleh pengasuh pondok untuk ikut mengawasi santri-santri putra di AL-I’ANAH Cepu. Saya ketemu dia setiap hari karena saya juga ditunjuk untuk menjadi admin sementara di BLK, sebelum kuliah di semarang mulai.

Meski dia sudah tidak berucap bahasa inggris lagi, namun dia masih tetap lucu. Dan penampilannya yang memakai sarung dan kopyah tidak pernah ketinggalan. Semangatnya untuk mengabdi di pondok sangat bagus dan luar biasa sekali. Meski sering di kecewakan oleh lembaga. Mungkin sama seperti belajar sampai mati. Mengabdi kepada kyai juga sampai mati. Paling tidak harus respect sama pengasuh dan asatidznya.

Pada pelatihan ke tiga ini, Asfa membawa dua orang temannya dari sarang untuk ikut belajar bahasa inggris secara Cuma-Cuma. Dua orang temannya itu berasal dari tangerang dan jambi. Daerah yang sangat jauh dengan Cepu. Maklum niat awalnya adalah mondok di sarang. Sambil menunggu virus corona hilang, mereka memanfaatkan kesempatan belajardi BLK AL-I’ANAH CEPU untuk mendalami bahasa inggris sampai expert. Maklum kesempatan belajar seperti ini tidak akan dating dua kali. Meski ada masalah internal dengan lembaga, paling tidak kita mendapatkan ilmunya yang bias kita manfaatkan dimasa depan.

Ingat, belajar itu dimulai dari kita turun dari ayunan, dan beralhir sampai kita masuk ke liang lahat. Jadi selama masih ada kesempatan untuk belajar maka gunakanlah kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.

Selasa, 01 September 2020

Diganggu makhluk halus

Sudah hampir tiga hari ini, saya sering sholat tidak konsentrasi, setiap kali konsentrasi selalu buyar, pikiran mblayang kemana-mana, ingat kerjaan dan lain sebagainya. Ada sebagian orang yang bilang bahwa itu dibuat oleh manusia. Namun jika aku tidak percaya, karena jika aku percaya bahwa ada kekuatan lain selain tuhan yang bisa merubah manusia, maka aku akan menjadi syirik. Jadi untuk menjaga perasaan mereka aku bilang saja kalau aku juga percaya, namun nyatanya tidak.

Kadang ada rasa ingin marah sendiri, teriak-teriak seperti orang gila. Entah apa sebabnya saya juga gak tahu, perasaan diganggu oleh mahluk lain sering muncul jika dalam kondisi seperti itu. Namun guruku pernah berpesan bahwa orang yang rutin membaca alquran dan melaksanakan sholat insya allah tidak akan diganggu oleh mahluk halus, hanya harus yakin dan percaya bahwa semua mahluk halus itu juga sama seperti kita, ciptaan allah. Untuk itu harus saling sapa meski menggunakan bahasa yang berbeda.

Tapi karena saya manusia biasa, perasaan merasa diganggu oleh orang dengan perantara mahkuk halus pun sering muncul, terlebih tetangga sebelah yang berada di Jakarta dulu pernah mempermasalahkan tanah yang sekarang saya tempati. Karena istri saya hanya anak angkat dari yang punya tanah, sedangkan dia adalah keponakan. Orang yang punya tanah tak lain adalah pak lik dari istri saya, jadi status kami adalah sama-sama keponakan, sedangkan paklik tidak mempunyai anak. Untuk itu beliau mengangkat keponakan sebagai anaknya dengan harapan besok kalau meninggal ada yang mendoakan dan merawat musholla. Karena paklik juga seorang kyai meski kelasnya hanya kyai kampung.

Bapak kandung saya pernah mewanti-wanti jangan sampai menjadi perpecahan apalagi pertengkaran antar saudara, karena barang warisan. Kasihan mereka yang sudah meninggal yang meninggalkan warisan tersebut, tentu mereka berharap anak cucunya bisa hidup damai dan sejahtera diatas tanah yang telah mereka wariskan. Namun kenyataannya mereka malah saling bertengkar dan rebutan tanah warisan. Untuk itu saya diam saja ketika beberapa hari saudara yang datang dari Jakarta merubah batas tanah.

Bahkan sambil bersendau gurau saya bilang pada istri saya, mungkin dia tidak tahu adzab bagi orang yang suka mengambil tanah orang lain, kuburannya sempit dan akan dihimpit bumi. Sungguh mengerikan. Meski tak sampai ke akhirat, hukuman itu sudah dating sekarang, meski sebetulnya tidak ada sangkut pautnya namun ada orang yang menghubungkannya juga ke masalah tanah tersebut.

Istrinya selingkuh dengan tetangga sebelah dan sekarang minta cerai. Padahal mereka sudah mempunyai seorang anak, secara otomatis anak tersebut akan tinggal bersama neneknya, sedangkan ibu bapaknya bekerja ditempat lain karena sudah cerai, jujur aku tidak pernah mendoakan seperti itu, toh mereka juga masih saudara, mana mungkin aku tega mendoakan keluarga sendiri berpisah dengan anak/istrinya. Karena yang namanya doa buruk pasti akan kembali juga kepada kita. Maka jika mendoakan orang, doakanlah yang baik meski orang itu kita benci, begitu pesan guru saya.

Dan perasaan sering tidak konsen itu mungkin didoakan oleh orang tersebut atau mungkin karena saya sedang banyak masalah, saya tidak tahu pasti yang jelas ketika sholat empat rokaat, ada perasaan bahwa sholat saya baru 3 rokaat, ataupun kalau sudah empat rokaat ada perasaan sholat yang saya lakukan terlalu banyak. Ah entahlah aku juga gak tahu mana yang benar mana yang salah, bingung.

Senin, 31 Agustus 2020

Sebuah Sinopsis

Tak terasa sudah setahun bersama kalian. Ijinkan saya menulis novel ini sebagai kenang-kenangan. Mohon maaf jika tidak berkenan. Ini baru sebuah sinopsis.

Ketika cinta berada di batas logika



Saya baru lulus Aliyah saat bapak (imam murtasih) mengabarkan kepada saya bahwa bu herni (herni ambarwanti) melamar saya. Beliau adalah orang kaya di desaku, meski bu herni single parent, bu herni bisa membesarkan anaknya, mas huda (syaiful huda) menjadi orang sukses. Namun dari kabar teman-teman didesa seperti nadia (muslihatun nadia), mas huda adalah orang yang sombong.

Ibuku (pujiyanti) tentu bahagia mengetahui kabar ini, namun tidak denganku. Aku mencintai mas fatah. (fathurrahman) Dan dia sekarang sedang menempuh pendidikan sastra arab di cairo. Aku shock saat aku tahu bahwa sofi (syaifi Rohmatillah) juga mencintai mas fatah. Sofi adalah anak bu yati (suariyati), ibu asuhku di panti asuhan “harapan”. Meski aku bukan anak yatim piatu namun aku tinggal di panti asuhan atas permintaan bapak, kebetulan bapak kenal baik dengan bu yati. Di panti asuhan itu aku mengajar ngaji dan kenal dengan mas huda.

Sekarang meski aku sudah menyandang gelar istri pengusaha kaya, namun aku tetap melanjutkan kuliah. Cita-citaku untuk menjadi dokter akan berjalan mudah, karena sudah tidak ada beban finansial. Di kampus aku kenal dengan mas day(ahmad nurul hidayat) dia adalah seniman teater dan juga aktifis kampus. Aku senang menonton pertunjukannya, bahkan ingin sekali main teater bersamanya.

Di perumahan yang aku tinggali, aku juga mengajar ngaji di masjid dekat rumah. Baru sebulan ikut ngajar di sana, aku dapat surat cinta dari pak abdul,(sakdullah) mungkin dia belum tahu kalau aku sudah bersuami, maklum umurku baru 18 tahun, dan umurku dituakan 2 tahun agar bisa menikah. Mas huda punya teman yang kasar sekali dengan perempuan, namanya fauzi,(tol’an fauzi) dia suka menggoda istri orang. Bahkan lagu viral saat ini “bojomu semangatku”, sudah diciptakan oleh mas fauzi sepuluh tahun yang lalu. Meski sering sekali berurusan dengan polisi,karena masalah perempuan. Fauzi tidak pernah kapok. Bahkan sekarang dia berani menggodaku.

Aku punya adik laki-laki namanya farhan, (farihin) dia baru duduk di kelas 6 SD. Dan akubertahan menghadapi kehidupan bersama suamiku karena adikku itu. Bapak dan ibuku tidak pernah tahu masalah besar yang aku simpan sendiri, yang akan menjadi bom waktu dan membunuh diriku.

Mohon maaf bila ada kesamaan nama, karena memang di sengaja. Karakter dalam tokoh ini saya pelajari dari sifat kalian, seandainya novel ini menjadi best seller dan di filmkan setidaknya saya tahu, siapa yang akan dijadikan pemerannya. Semoga saja begitu thesis s2 selesai, novel ini juga selesai. Mohon doa dan saran, kritik yang sifatnya membangun agar menjadi lebih baik.

Nama yang belum disebut bisa tunjuk jari, akan saya pakai untuk konflik dalam cerita saat menulisnya nanti. Terimakasih

Minggu, 30 Agustus 2020

Bermimpi

Biasanya aku tidak pernah bermimpi jam tiga pagi. Sudah lama sih, dulu emang sering. Sekarang sudah tidak lagi. Namun akhir-akhir ini mimpi itu datang lagi. Mimpi tentang apa saja. Mimpi tentang siapa saja. Orang jawa bilang mimpi di pagi hari itu bisa menjadi nyata. Dan mimpi itu kebalikan dari kenyataan. Misalnya mimpi buruk, bisa jadi kita akan mendapat kebaikan di dunia nyata. Ataupun sebaliknya.

Contoh yang lazim, apabila kita mimpi menikah berarti kita akan mati. Mimpi digigit ular, maka kita akan menikah. Terlepas dari semua itu, beberapa artis sering mengatakan bermimpilah dan wujudkan mimpimu. Artinya di dalam mimpi kita bisa jadi siapa saja dan apa saja. Tingal kita berani mewujudkannya di dunia nyata apa tidak. Misal mimpi menjadi presiden, maka kita harus mewujudkannya dengan ikut partai politik. Mimpi jadi orang kaya, berarti kita harus mau bekerja.

Mimpi hanya akan menjadi mimpi jika kita tidak berani merealisasikannya. Akhirnya hanya bisa berandai-andai, hanya bisa berangan-angan. Meski beda penyebutan mimpi hampir sama dengan cita-cita dalam arti sesuatu yang ingin diraih. Mimpi terjadi saat kita tidur, sedangkan cita-cita terjadi saat kita bangun menghadapi realita dunia. Untuk itu beberapa motivation trainer sering berkata bermimpilah setinggi langit. Jangan fikirkan jatuhnya saat mimpi itu tidak bisa menjadi nyata. Artinya harus ada cita-cita yang tinggi yang ingin kita raih. Meski jika tidak terealisasi, jatuhnya akan terasa sakit.

Contoh diri saya sendiri, dulu ketika MTs pernah bermimpi ingin menjadi dokter, saat aliyah ingin jadi polisi, dan saat kuliah pingin jadi pengacara. Dan saya pernah merealisasikan semua mimpi itu. Setelah lulus aliyah, saya ke semarang untuk daftar di fakultas kedokteran undip. Namun tidak diterima. Begitu saya tahu kalau tidak di terima saya langsung daftar polisi. Namun sialnya seminggu sebelum tes saya kecelakaan dan tangan saya patah. Beberapa teman memberi motivasi agar supaya saya kuliah di cepu saja, mumpung ada kuliah dengan biaya murah. Saya langsung ambil fakultas hukum islam.

begitu lulus mencoba melamar kerja kesana kemari malah diterima di MTs Darul Falah Cepu sebagai guru. Keinginan untuk menjadi pengacara masih ada, lalu saya mencoba mencari beasiswa. Adanya malah beasiswa pendidikan dan di terima di Universitas Wahid Hasyim untuk program pascasarjana. Untuk meningkatkan kapabilitas saya dalam mengajar. Akhirnya sekarang mendalami profesi sebagai guru dan rajin menulis untuk mengasah skill menjadi pemimpi yang baik dan benar. Karena semua mimpi saya tidak ada yang terealisasi. Namun saya yakin dengan mimpi saya. Setidaknya biar anak-anak saya yang mewujudkan mimpi saya dan saya akan menabung agar punya banyak uang untuk mewujudkan mimpi anak-anak saya.

Sekarang harus bekerja lebih giat untuk merealisasikan mimpi itu. Bermimpi memang mudah, meski ada beberapa orang yang dimudahkan jalannya dalam merealisasikan mimpi mereka. Namun ada juga yang sulit, seperti saya. Ada tiga hal yang tidak bisa kita tiru dari orang lain. Yaitu jodoh, rizki dan juga mati. Boleh bermimpi punya jodoh yang cantik/ganteng, kaya raya namun tuhan sudah menentukan jodoh kita siapa, tinggal bagaimana kita merawatnya. Boleh meniru usaha teman dalam mencari rizki, misal jualan pulsa, properti atau pengusaha yang lain. Namun hasilnya kadang berbeda, tinggal bagaimana kita mensyukurinya. Dan yang terakhir boleh kita berobat kemana saja. Namun jika sudah saatnya kita menghadap tuhan, kita pasti akan kembali kepadaNya apapun dan bagaimanapun caranya. Semua tuhan sudah mengatur, Ibarat wayang yang digerakkan oleh dalang. Kita sebagai hamba harus berikhtiar dan berusaha, jika sakit ya harus berobat dan disanalah tuhan menulis kita sebagai orang yang mau bersabar dan bersyukur.

Jumat, 28 Agustus 2020

TANTAN DAN KHOIRI

Hai guys…!
Kali ini saya akan melanjutkan review tentang peserta BLK komunitas AL Ianah Cepu, yang mengajarkan tentang bahasa inggris. Peserta ini berasal dari Balun, namanya tantan dan khoiri. Kukira mereka bersaudara, namun nyatanya tidak. Tantan orangnya lebih pendek daripada khoiri. Tantan kulitnya putih sedangkan khoiri berkulit gelap. Mirip seperti orang India. Persahabatan mereka tentu diawali dari asal mereka yang sama-sama yaitu sama-samaberasal dari daerah balun kecamatan cepu. Meski terlihat akrab tantan sering mengelak kalau dia adalah sahabat baik khoiri, karena tantan adalah korban covid-19, dia di PHK di awal-awal masa covid-19 merebak di Indonesia pada bulan maret 2020. Tantan jarang pulang kerumah, jadi dia tidak punya teman di balun karena lebih sering merantau ke luar cepu.

Namun mereka mempunyai hobi yang sama yaitu memancing. Kukira semua orang balun suka dengan kegiatan ini karena balun dekat sekali dengan bengawan solo. Semua alat pancing dengan segala merk dan ukuran mereka punya dan percakapan mereka setiap hari tak pernah lepas dari dunia memancing. Namun ada yang tidak saya suka dari mereka, apalagi saat bercanda dan menggojlok temannya, mereka suka berlebihan, saya yang lebih sering berinteraksi dengan mereka kadang juga merasa sakit hati jika digojlok seperti itu. Meski saya peserta tertua kedua setelah Mas Rizal. Paling tidak mereka respect, namun nyatanya tidak. Secara pribadi saya bisa memaklumi sifat dan karakter mereka, karena mereka lulusan STM terkenal di kota cepu. Dan semua orang juga sudah tahu rata-rata anak STM sifatnya seperti itu.

Khoiripun sebetulnya terkesan pendiam, namun saat di kelas, apalagi mr.nafa sedang menerangkan tentang suatu hal, dia sering ngoceh sendiri sama tantan. Saya yang ingin konsentrasi dengan pelajaran jadi terganggu dengan sifatnya. Well… semua orang punya karakter dan sifat yang berbeda, apalagi asal usul mereka dari kelurahan balun yang sangat terkenal itu. Balun adalah kelurahan terbesar setelah kelurahan cepu. Tentunya penduduknya juga beragam sifat dan karakternya, namun yang paling terkenal dan lebih sering terkenal adalah jeleknya. Meski tidak semua orang balun bersikap jelek seperti itu.

Saat pertama kali saya ke semarang dan memperkenalkan diri berasal dari cepu, salah seorang narasumber langsung bertanya “balun sebelah mana?”. Padahal saya tidak cerita kalau saya berasal dari balun. Banner tentang covid-19 yang dipasang disetiap gang di kelurahan balun pun paling ekstrem tulisannya, yang paling bisa kuingat adalah “KELUAR DARI BALUN JIKA ANDA MEMBAWA VIRUS COVID-19 KARENA INI SUDAH BERHUBUNGAN DENGAN NYAWA.”

Sedangkan tantan, dia lebih sering ditinggal oleh bapaknya, maklum bapaknya pemborong di Jakarta. Dia sendiri pernah bercerita kalau ketemu bapaknya hanya dua bulan sekali. Itupun gak lama paling cuma satu-dua hari. Jadi otomatis kasih syang dari orang tuanya kurang. Saat dia sudah bekerja di luar kota dan telponan sama ibunya, hal pertama yang ditanyakan adalah soal uang.
“sudah gajian apa belum?”
“kapan ibu di transfer?”
Ibu butuh uang buat bayar sekolah adikmu atau yang lainnya. Padahal tantan sudah membelokkan percakapan agar tidak tanya soal uang. Namun ujung-ujungnya ke uang juga, apakah semua orang tua seperti itu? Sama seperti ibu saya. Namun mungkin ibu saya yang kurang beruntung. Karena setelah saya dapat kerja, saya langsung menikah, tidak berfikir untuk membahagiakan orang tua dulu dengan cara ngasih uang hasil kerja, namun malah menikah. Yang secara otomatis setiap kali ditanya uang pasti jawabannya sudah saya berikan kepada anak istri saya. Mungkin saya lebih kejam ya, maafkan saya ibu…! belum bisa membahagiakanmu sampai saat ini.

Terlepas dari itu semua, tantan dan khoiri teman yang mudah bergaul dan enak diajak ngobrol tentang masalah apapun. Mulai dari cewek, pekerjaan bahkan ketidakberesan pengelola BLK. Joke yang disampaikan sering membuat orang terpingkal-pingkal meski kadang joke itu menyakiti perasaan orang lain terutama saya sebagai peserta tertua ke dua setelah Mas Rizal. Karena joke mereka lebih terasa sepertiolok-olokan mereka terhadap saya. Bye…