Jumat, 16 Juni 2023

Tolak Permohonan, MK Putuskan Sistem Pemilu Tetap Terbuka

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi pasal dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur tentang sistem pemilihan umum (pemilu) proporsional terbuka. Dengan putusan perkara Nomor 114/PUU-XX/2022 tersebut, maka pemilu tetap memakai sistem proporsional terbuka.

"Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya," ucap hakim ketua Anwar Usman dalam sidang pembacaan putusan yang digelar di gedung MK, Jakarta, Kamis (15/6).

Mahkamah mempertimbangkan implikasi dan implementasi penyelenggaraan pemilu tidak semata-mata disebabkan oleh pilihan sistem pemilu. Hakim konstitusi Sadli Isra mengatakan dalam setiap sistem pemilu terdapat kekurangan yang dapat diperbaiki dan disempurnakan tanpa mengubah sistemnya. Sadli Isra menuturkan, menurut mahkamah, perbaikan dan penyempurnaan dalam penyelenggaraan pemilu dapat dilakukan dalam berbagai aspek, mulai dari kepartaian, budaya politik, kesadaran dan perilaku pemilih, hingga hak dan kebebasan berekspresi. Putusan ini diwarnai pendapat berbeda atau dissenting opinion dari satu hakim, yaitu hakim konstitusi Arief Hidayat. Adapun permohonan uji materi diajukan pada 14 November 2022. MK menerima permohonan dari lima orang yang keberatan dengan sistem proporsional terbuka. Mereka ingin sistem proporsional tertutup yang diterapkan. Dengan sistem proporsional tertutup, pemilih tidak bisa memilih calon anggota legislatif langsung. Adapun pemilih hanya bisa memilih partai politik, sehingga partai punya kendali penuh menentukan siapa yang duduk di parlemen. Para pemohon terdiri dari Demas Brian Wicaksono (pengurus PDIP cabang Banyuwangi); Yuwono Pintadi; Fahrurrozi (Bacaleg 2024); Ibnu Rachman Jaya (warga Jagakarsa, Jakarta Selatan); Riyanto (warga Pekalongan); dan Nono Marijono (warga Depok). Mereka memilih pengacara dari kantor hukum Din Law Group sebagai kuasa. Dari seluruh paprol di DPR, hanya PDIP yang ingin sistem proporsional tertutup diterapkan. Sementara parpol lainnya meminta agar MK tidak mengubah sistem pemilu. Mayoritas partai politik menegaskan sistem pemungutan suara yang dipakai dalam pemilu adalah kewenangan pembuat undang-undang yakni presiden dan DPR. Karena itu, mereka merasa MK tidak berwenang untuk mengubahnya lewat putusan uji materi.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNN Indonesia

Rabu, 14 Juni 2023

Wah! Pentolan NasDem Gus Choi Tak Setuju AHY Jadi Cawapres Anies: 'Untuk Menang Butuh Orang NU'

Ketua DPP Partai NasDem, Effendy Choiri, mengaku tak setuju dengan keputusan NasDem memilih Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bakal cawapres Anies Baswedan di pemilu 2024 mendatang. Melalui gelar wicara bersama Akbar Faizal, dirinya mengakui secara gamblang bahwa ia tak menyetujui jika Agus Harrimurti Yudhoyono (AHY) menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Anies. Meski saat ini NasDem telah mengantongi beberapa partai koalisi, namun ia mengaku menginginkan kekuatan lain.
"Kita bertiga ini ingin menang, kita sekarang sudah punya tiga kekuatan Demokrat, PKS, NasDem. Kita ingin ada kekuatan lain, kekuatan lain, kekuatan lain siapa di Indonesia ini," ujar Effendy melalui kanal Youtube Akbar Faizal yang diunggah pada Minggu (11/6/2023) "Kelompok atau komunitas atau sosiokultural terbesar siapa di sini, dan mereka itu ada di mana adalah NU. Mereka ada di mana pada umumnya, ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur," sambung dia. Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa Demokrat juga tidak menolak akan pendapat NasDem. Justru mereka menyetujui fakta tersebut. "Mas Anies punya kelebihan, Mas AHY jelas anak muda di sini. Kita mau nambah kekuatan, kekuatan dari kekuatan kultur, sosiokultural namanya Nahdlatul Ulama maka ini harus direpresentasikan di sini," kata Effendy. "Di mana? ya di wakil presiden dan itu setuju nggak Mas AHY? Setuju, gak ada yang menolak di situ," imbuhnya. Selain itu, pria yang biasa akrab dipanggil Gus Choi itu juga menambahkan bahwa saat ini NasDem tengah mempertimbangkan dan mendiskusikan hal itu untuk menetapkan keputusan final nanti. "Lalu siapa orangnya? Sekarang semua sedang diinventariskan, sedang didiskusikan. Sekarang perlu kesabaran." kata dia. Sementara itu, pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa kiranya sulit untuk merealisasikan NU menjadi bagian dari Anies, sebab masih ada PKS di kelompok oposisi. "Jadi sebetulnya cukup rasional kalo kemudian Nasdem dan Anies itu mencoba untuk mengakumulasi kekuatan politik NU. Bukan hanya terdistribusi ke Ganjar dan prabowo Subianto," ujar Adi melalui kanal Youtube Akbar Faizal. "Tapi gak logic-nya itu agak sedikit rumit membayangkan NU akan menjadi bagian dari Anies Baswedan kalo di situ ada PKS," imbuhnya. Menurutnya, melihat bahwa NU dan PKS merupakan kelompok yang saling berseberangan apalagi dalam hal akidah dan ibadah Islam. "Kita tau persis pertarungan-pertarungan di bawah yang suka membid'ah bid'ahkan ibadah-ibadah NU selama inikan aktivis-aktivis PKS," kata dia. Hal itu membuat Adi tidak yakin akan niat NasDem untuk mencari kekuatan lebih melalui komunitas kultural terbesar di Indonesia yaitu NU. Meski tahu bahwa Anies memiliki kelemahan dukungan dari komunitas tersebut. Sumber : https://www.repelita.com/2023/06/wah-pentolan-nasdem-gus-choi-tak-setuju.html

Senin, 21 Desember 2020

Sabtu, 28 November 2020

obrolan diwarung kopi

setiap kali bertemu dengan dia, selalu saja di warung kopi. dia adalah seorang temanku yang sedang bermetamorfosis menjadi seorang abdi negara. ini adalah tes kedua yang diikuti setelah tes pertamanya gagal. dan alhamdulillah pada tes kedua ini dia lolos. namun dia sering bilang kalau keberhasilannya kali ini karena belajar dari pengalamanku yang hampir lolos sebagai abdi negara. ya abdi negara masih menjadi pekerjaan yang di favoritkan oleh anak-anak kelahiran tahun 80 an. salah satunya aku. dan karena faktor usia aku sudah tidak bisa mengikuti (batas maksimal usia 35 tahun). namun begitu aku masih bisa mengikuti PPPK, yang katanya tidak ada pensiun. bagiku jadi abdi negara atau tidk bukan suatu masalah, yang penting terus mengabdi dan berkarya dengan kemampuan yang kita miliki. obrolan siang ini tentang penelitan yang akan saya lakukan untuk meraih gelar magister. berbagai alternatif ditawarkan meski kadang aku tidak begitu paham dengan apa yang akan aku lakukan. aneh juga kan, hal yang seharusnya aku kerjakan malah santai, belum bergerak sama sekali. aku menempuh pendidikan pasca sarjana di universitas wahid hasyim semarang melalui jalur beasiswa. dan ini adalah tahun keduaku untuk segera menulis thesis. gambaran sudah ada namun ada saja kendala setiap kali akan menulis. aku lihat teman-teman sekelasku juga masih adem ayem saja. belum ada greget untuk menyelesaikan tulisan mereka. padahal tahun 2021 sudah ditarget wisuda bulan maret atau oktober. secara pribadi aku ingin ikut yang maret agar bisa segera mengikuti program doktoral. ya... efek gagal menjadi abdi negara, aku jadi perhatian sekali dengan kegiatan yang bisa menghasilkan uang. meski kadang kegiatan itu tidak sesuai dengan kompetensiku. seperti bulan kemarin aku mengikuti uji kompetensi desainer grafis dan alhamdulillah aku masuk kategori kompeten. padahal kemampuanku hanya bisa membuat desain untuk brosur sekolah. itupun masih dibantu percetakan untuk menyempurnakan tugasku. sebelumnya aku juga pernah mengikuti pelatihan bahasa inggris, karena aku rasa perlu untuk mengembangkan kompetensiku. kukira bahasa inggris dan komputer adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. jadi aku pede saja ketika mengikuti pelatihan itu. alhamdulillah aku dinyatakan kompeten. mungkin semua adalah efek dari gagal menjadi abdi negara dan sekarang berusaha untuk menjadi orang yang berguna bagi orang lain.

Jumat, 20 November 2020

Hari Pahlawan

Tanggal 10 november kemarin, kita memperingati hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu hari pahlawan. Hari dimana puncak perlawanan rakyat Indonesia melawan penjajah belanda yang berhasil membonceng sekutu. Sebuah peristiwa besar terjadi di Surabaya, dimana pada tanggal 10 november 945 bangsa Indonesia diminta untuk menyerah kepada sekutu. Hal itu disampaikan oleh tentara sekutu melalui pamflet-pamflet yang disebar melalui pesawat udara. Namun atas pidato bung tomo yang mampu menggetarkan hati rakyat Surabaya. Indonesia menolak menyerah bahkan melakukan perlawanan. Dalam peristiwa itu salah seorang jendral inggris berhasil dibunuh melalui bom mobil yang dipasang oleh salah seorang santri dari jombang, jawa timur.

Tentara Indonesia ketika itu terdiri dari para pemuda dan santri (siswa pondok pesantren) dimana mereka tidak hanya membuktikan bahwa mereka cinta sekali dengan negeri ini, namun mereka juga pandai mengaji. Santri yang hanya bermodal sarung dan juga peci, serta senjata bambo runcing yang banyak tumbuh di negeri ini menjadi senjata andalan menumpas penjajah.

Selain tewasnya jendral mallaby, perjuangan arek-arek suroboyo ketika itu adalah berhasil berobek bendera belanda yang berkibar di Hotel Yamato Surabaya. Bendera tiga warna, yaitu merah, putih dan biru berhasil dirobek bagian bawahnya sehingga menjadi bendera merah putih yang berkibar. Lagi-lagi peran santri tak bisa di anggap enteng, karena pemuda yang nekat naik tiang bendera dan berhasil merobek bendera belanda itu adalah santri dari jombang.

Kita tahu bahwa jombang adalah tempat kelahiran hadratus syaik KH Hasyim Asy’ari. Roisul Akbar dan juga pendiri dari organisasi Nahdhatul Ulama. Jombang terkenal dengan pondok pesantren tebuireng yang merupakan markas dari pasukan hizbullah, tentara islam yang dikemudian hari bernama TNI. Peristiwa 10 november adalah kelanjutan dari keputusan para ulama yang memberikan fatwa bahwa melawan penjajah hukumnya wajib, fatwa itu sekarang kita kenal dengan nama Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tanggal 22 oktober 1945, dan hari itu kita kenal dengan nama hari santri. Karena peran santri dan juga kyai yang tidak kecil demi keutuhan NKRI.

Sekarang kita telah merdeka. Musuh kita bukan lagi penjajah. Namun orang-orang yang kecewa karena mereka tidak terpilih sebagai pengurus organisasi, lalu mendirikan organisasi sendiri dan ingin merubah ideologi pancasila dengan ideologi lain, salah satunya adalah ideolgi yang berlandaskan alqur’an dan hadits yang kita kenal dengan syariat islam. Padahal para ulama sepakat bahwa ideologi pancasila adalah ijtihad mereka yang paling besar dalam merumuskan dasar Negara dan tidak akan bisa dirubah lagi. NKRI harga mati, pancasila jaya. Perlawanan sekarang lebih berat, karena kita melawan bangsa sendiri, beberapa kali kita berhasil menumpas mereka, mulai dati DI/TII, NII dan juga PKI. Namun penyakit itu sampai sekarang masih menempel dan kadang-kadang kambuh lagi. Mari kita teguhkan keyakian kita bahwa pancasila adalah ideologi yang paling baik diantara sekian banyak ideologi yang ada di dunia, karena perumusnya adalah pala ulama nusantara yang sangat memahami kondisi Indonesia seutuhnya. Mengganti ideologi pancasila akan berhadapan dengan TNI dan juga polri karena dianggap meresahkan masyarakat dan mencoba merongrong kekuasaan melalui perubahan ideologi.

Untuk itu kita harus berhati-hati dalam mengikuti kegiatan berbau islami, bisa jadi kegiatan itu baik, dibungkus dengan label syariah yang pada akhirnya justru malah merubah ideologi negara kita menjadi negara khilafah. Ikutilah kegiatan keagamaan yang sudah lazim diikuti oleh orangtua kita, kakek nenek kita seperti tahlilan dan berzanzi. Karena itu adalah istighosah kecil yang bisa kita laksanakan setiap minggu, bukan melakukan bid’ah yang sering mereka desuskan selama ini.

Minggu, 15 November 2020

FILE SAMPAH

Hari kamis kemarin, komting (ketua) kelasku di program pascasarjana mengkritik tentang status WA yang tidak ada artinya, status itu ibarat sampah karena tidak ada tagline dalam status tersebut. Status itu hanya berupa foto atau video yang kadang harus di download dulu. Lalu aku jelaskan kepadanya bahwa pembuatan status itu bertujuan untuk membersihkan file sampah yang ada di hape, berupa foto dan video. Karena eman sekali jika harus dibuang, maka saya buang (hapus) setelah saya bagikan ke status WA dan beberapa grup.

Teman saya lalu bercerita tentang sebuah mobil yang dibeli 15 tahun lalu. Kalau kita jual ke showroom mobil lagi mungkin harganya akan murah, karena model mobil sudah tidak up to date. Sedangkan jika kita jual ke pasar mobil harganya hanya naik sedikit, dan jika kita jual pada orang yang membutuhkan, mungkin harganya juga hampir sama. Lalu ditemukanlah sebuah tempat yang bisa menerima mobil itu dengan harga yang sangat tinggi. Tempat itu adalah toko barang antik.

Inti dari cerita itu adalah, semua orang mempunyai pangkat dan derajat yang berbeda di setiap tempat. Mungkin kita tidak berarti apa-apa di antara orang-orang tertentu, karena kita mungkin dianggap orang biasa. Namun ditempat yang berbeda pula kita bisa sangat berarti sehingga dihormati dan disegani oleh banyak orang. Artinya kita harus bisa memposisikan diri kita, ketika kita berada di suatu tempat. Misal di rumah, sekolah, pasar, atau tempat yang lain.

Sama dengan status WA yang mungkin dianggap biasa oleh beberapa orang, namun dianggap sampah oleh orang yang berpengetahuan. Karena status WA kita tidak ada artinya. Bisa jadi status WA akan sangat berarti bagi orang yang membutuhkan, mungkin saat kita menge-share lowongan pekerjaan atau sebuah kegiatan.

Tapi bagi saya, semua kembali kepada diri kita masing-masing. Komting dan beberapa teman pascasarjana sering sekali mengkritik bahkan menggojlok dengan caci maki yang menyakitkan hati. Namun saya tahu itu semua dilakukan karena saya berada di masa transisi (peralihan) dari orang awam menuju ilmuwan. Kuncinya juga sama, belajar dan terus belajar mengupdate diri sendiri dengan wawasan yang bermanfaat dan juga mengetahui perkembangan yang terjadi di saat ini. Tidak hanya diam atau pasif dengan perkembangan tersebut. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada semua teman pascasarjana universitas wahid hasyim semarang kepada saya, yang bersedia mengkritik saya. Kritik anda sekalian adalah sebuah kepedulian kepada seorang sahabat yang tidak bisa saya dapatkan ditempat lain.

Semenjak saat itu saya tidak lagi nyetatus di WA dengan sampah yang tidak berguna. Namun itu hanya berlaku beberapa hari saja, karena banyak sekali file sampah (foto/video) yang tidak berguna di HP saya. Jadi maafkan jika saya bandel. Bukan saya tidak peduli dengan kritik yang diberikan. Saya hanya merasa eman sekali jika file itu dibuang (hapus) begitu saja, jadi saya merasa perlu men-share foto/video tersebut. Maafkan aku kawan...

Kamis, 01 Oktober 2020

Tetangga masak gitu?

Akhirnya hari ini datang juga. Hari yang paling aku benci, karena kepulangannya. Sebut saja Deni, tetangga sebelah rumahku, sekaligus keponakan dari istriku. Dia pulang dari Jakarta. Setelah beberapa bulan disana. Padahal saat itu pandemic covid-19 mulai merebak, yaitu 16 maret 2020. Hari ini Jumat, 02 oktober 2020, dia balik lagi ke desa Ledok. Kedatangannya saja sudah bikin heboh keluarga, mulai dari listrik rumahnya yang harus dinyalakan, sampai berbagai persiapan kecil yang dilakukan oleh saudara sepupuku. Padahal sebelumnya berkali-kali dia bilang dengan gayanya yang sok kaya akan pasang listrik sendiri. Karena listrik yang aku pakai dan disalur sama dia adalah listrik musholla dengan status untuk kepentingan sosial.

Hal yang paling menyebalkan darinya adalah rasa menang sendiri, karena dia adalah cucu tertua dari mbah jami. Yang secara tidak langsung adalah keponakan dari istriku, itu sebabnya dia memanggilku “Pak Dhe”. Selain itu dia merasa paling pintar dalam segala hal, dan serba bisa, meski aku tidak tahu bagaimana kenyataannya. Hampir semua barang yang ada disini diakui sebagai miliknya. Karena yang membuat atau memasang adalah bapaknya. Aku sendiri tidak tahu yang sebenarnya, disini saya hanya anak mantu, dan disuruh menempati rumah Pak Lik yang kebetulan ada musholla di depan rumahnya. Semua barang dirumah ini kukira warisan dari Pak Lik dan tinggal pakai, ternyata malah diakui sebagai miliknya. Kalau misalnya dipakai bersama mungkin saya masih bisa memaklumi. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Dia membuat batas rumah sendiri sesuai versinya dan tidak boleh dijamah oleh keluargaku, padahal sebelumnya kami biasa memakainya, seperti kamar mandi yang letaknya di ujung rumah.

Karena rumah ini sudah jelas dibagi dua, saya sebetulnya ikhlas. Namun sifat semena-mena dan mengakui semua barang adalah miliknya plus rasa sok tahu dan sok bisa segalanya membuat saya eneg. Setiap kali ada masalah yang berhubungan dengannya saya lebih baik mundur. Karena saya merasa percuma berhubungan dengan orang seperti itu. Sifat yang terlihat justru malah kekanak-kanakan karena mau menang sendiri.

Kini dia pulang, aku berharap dia segera pergi lagi, meski aku belum tahu batang hidungnya pagi ini. Saudara sepupu yang lain pernah menasehati bahwa dia tidak akan bertahan lama tinggal di suatu tempat, jadi lihat saja kelakuannya. Namun dia lupa menyampaikan lihat juga penderitaan hidup sama dia. Rasa tertekan yang sering timbul karena tidak nyaman jika ada dia, seperti mata atau CCTV yang selalu mengintai kita jika melakukan sesuatu. Itu sebabnya saudara sepupuku mempersiapkan kedatangannya ala kadarnya seperti menyalakan listrik seperti yang dia pinta di dalam pesan WA. Namun bagiku EGP dan aku tidak mau tahu dengn apa yang dia lakukan. Bagiku wujuduhu ka adamini, keberadaannya seperti tidak ada karena rasa takut dan tertekan yang pernah dia berikan kepada keluargaku. Untuk kali ini mungkin aku belum bisa menuliskannya disini, karena terlalu sakit. Mungkin jika sudah terbiasa dengan tekanannya beberapa hari ke depan mungkin aku baru bisa menuliskannya.

Dan pesan adik sepupuku yang sekarang jadi guru di SMEA NEGERI 1 CEPU adalah bersabar dan berdoa. Yakinlah bahwa suatu saat semua hal akan menemukan masa indah, jika waktunya sudah tepat. Meski aku tak terlalu berharap, semoga itu benar-benar terjadi pada keponakan istriku yang satu ini. Semoga saja dia berubah menjadi lebih baik, setelah segala macam penderitaan menderanya dalam beberapa tahun berakhir ini.

Namun tak tahu juga sih, sifat manusia bisa berubah sesuai moodnya masing masing, sama seperti sifatku yang sekarang yang lagi gibahin dia di akun pribadi ini. Wkwkwk…