Jumat, 27 Agustus 2010

085741347486

Sabtu 21 juni kemarin, aku banyak menerima miskol dari orang yang tidak kukenal, karena nomernya disembunyikan. Aturan umum yang berlaku, seseorang melakukan miskol karena tidak punya pulsa dan minta agar dihubungi kembali.tapi kalau nomernya disembunyikan, bagaimana caranya aku bisa menghubunginya? Maka kesimpulanku itu adalah pekerjaan orang iseng.
Yang lebih mengherankan lagi, aku menerima sms dari nomer yang tidak aku kenaljuga. Isinya menjelek-jelekkan aku. Karena ini bulan puasa aku tidak mau ribut. Akhirnya aku abaikan saja sms tersebut. Berharap orang itu berhenti mengganggu aku karena tak ada respon. Ternyata dugaanku salah, nomer yang tidak aku kenal itu malah semakin menjadi-jadi, mengungkap masa lalu dan menghina keluargaku. Marah? Tentu saja. Sayang hapeku rusak, sehingga aku tidak bisa membalas sms. Hanya bisa menerima dan melakukan panggilan keluar.


Kawan…
Dalam bahasa arab, waktu dibagi menjadi tiga, masa lalu / telah lewat (madhi), masa yang sedang berlangsung / sekarang (hal), dan masa yang akan datang ( mustaqbal). Pembagian yang sama juga terjadi dalam bahasa inggris, yaitu : past tense ( masa yang telah lewat), present tense (masa sekarang), dan future tense (masa depan).
Banyak sekali para filosof yang berkata “ jangan kau hiraukan masa lalu, karena sudah terlewati. Pikirkanlah masa sekarang dan yang akan datang, karena kita akan hidup di masa itu, bukan masa lalu.
Contoh kongkretnya adalah ketika kita naik sepeda motor, tataplah ke depan (kea rah jalan raya) karena jalan itu yang akan kita lalui. Bagus tidaknya jalan bisa kita pilih bila kita menatap lurus ke depan (bukan ke samping apalagi spion).


Masa lalu diibaratkan spion, artinya bila kita menatap ke belakang melalui spion, kita tidak akan bisa memilih jalan yang bagus. Yang akan trjadi justru kita akan terperosok ke dalam lubang, yang paling parah adalah tabrakan. Kita hanya boleh menatap spion (masa lalu) pada saat kita mau berbelok atau dalam keadaan terjepit (tidak bisa memutuskan suatu masalah) disini perlunya melihat masa lalu agar tidak terjadi kesalahan yang berulang-ulang karena salah dalam mengambil keputusan / memecahkan masalah.
Bukankah orang paling beruntung adalah mereka yang pada hari ini lebih baik daripada hari kemarin? Maka bila kamu hanya melihat masa laluku, kamu tidak akan menemukan kebaikan disana. Tapi bila kau mau mencermati masa depanku akan ada banyak kebahagiaan tercipta. Percayalah. Aku sudah berubah…

ANTARA YANG DATANG DAN YANG PERGI

bulan puasa datang
apa yang kau rasa?
Biasa?
Sama!

Puasa telah kau jalani
Apa yang kau cari?
Jati diri?
Gak pasti!

Ramadhan telah pergi
Apa kau tangisi?
Konyol sekali!
Pasti!

Lebaran telah tiba
Tak ada lagi puasa
Apa kau bahagia?
Aku juga!

Kini kita telah mati
Tak ada yang perlu disesali
Semua telah terjadi
Dan kita jalani
Tinggal nanti
Saat malaikat memasukkan diri kita ini
Ke dalam api neraka, hingga membusuk, ngeri!

Sabtu, 21 Agustus 2010

SEMOGA BAHAGIA...

Awalnya aku kaget ketika melihat fesbuk adikku, disana tertulis sebuah kalimat “jomblo is the best” aku curiga. Jangan-jangan dia ada masalah dengan pacarnya. Dan ternyata dugaanku benar. Mereka bertengkar. Karena salah paham, itu kesimpulanku setelah mendengar cerita yang berbeda menurut versi kebenaran mereka.
Gusti Allah menganugerahkan dua buah telinga dan satu buah bibir yang berfungsi untuk lebih banyak mendengarkan daripada bercakap. Dan akupun menjadi pendengar setia dan membenarkan apa yang mereka ceritakan kepadaku. Mengangguk dan tersenyum (konon karena senyum itu aku terlihat sangat manis)
Pertengkaran tak terelakkan dan perpisahan menjadi jalan keluar. Aku jelas kecewa. Karena mereka adalah adikku yang imut dan lucu. Aku berbuat sebisaku untuk mendamaikan mereka. Sms. Cerita dari hati ke hati. Namun tidak membuahkan hasil. Mereka terlihat saling membenci. Aku semakin ketakutan. Jangan-jangan karena ulahku, selidik punya selidik mereka udah tidak saling percaya, dan perpisahan adalah yang terbaik. Akupun menangis meski dalam hati.


My lovely wife mewanti-wanti agar aku tidak terlalu mengurusi urusan anak muda. Ada banyak hal lain yang bisa dikerjakan. Kenapa sibuk memikirkan mereka. Bukannya damai nanti malah tambah runyam. Bisa-bisa dicaci maki. Akhirnya kuputuskan untuk berhenti ikut campur. Lagian mereka udah dewasa dan aku yakin mereka bisa menyelesaikan masalahnya dengan bijak. Bukankah kita sebagai orang tua hanya bisa memberikan kepercayaan kepada mereka untuk lebih maju? Meskipun jalan berliku namun jika seperti itu yang harus ditempuh dan ditetapkan oleh tuhan mau bagaimana lagi. Maka di akhir makan malam setelah menjabat tangan adik imutku aku berucap “ manusia hanya bisa merencanakan tapi tuhanlah yang menentukan, semoga kamu dapat pengganti yang lebih baik” (begitu juga dia) tambahku dalam hati….
Aku jadi teringat dengan sms seseorang di salatiga, “ setiap detik adalah kesempatan yang diberikan oleh tuhan agar kita berubah menjadi lebih baik” sms itu aku forward pada adikku yang imut.
Semoga kalian bahagia…
meski tak lagi bersama…
Harapku….
Tali silaturahmi gak akan pernah putus…
Meski jalan yang kita tempuh berbeda…

Special for >(D1DA)<

Kamis, 12 Agustus 2010

INGIN SEPERTI PAK YUDI...

Yang selalu terlihat rapi dan wangi
Yang selalu memakai baju PSH setiap hari
Yang selalu cool dan berdedikasi...
Yang kini sudah sertifikasi

namun...

aku adalah aku
guru BTA yang selalu pake baju koko setiap hari
ataupun pake batik yang gak mesti

aku ...
mungkin orang paling lucu di sekolah ini...


(buat p.yudi yang sekarang plpg di solo, semoga sukses brow...)

Minggu, 08 Agustus 2010

MENGINGAT LUKA...

apa kabar kau yang disana...
masih ingatkah dengan luka...
yang sempat kau torehkan didada...
bekas luka itu kini masih menganga...

setiap jalan yang aku lewati...
terasa begitu terjal aku lewati...
kakiku bergetar menapak jalan itu...
meski jalan itu lurus tanpa penghalang apapun...

apapun yang terjadi disana...
kuharap kamu bahagia...
meski bukan diriku yang berada di sampingmu...
percayalah...
aku masih memikirkanmu...
biarpun tak sesering dulu...

Jumat, 09 Juli 2010

MY HERO

Namanya tofa, lahir 25 desember bertepatan dengan hari natal. Dia adalah anak pertamaku. Bu lik di ledok sempat berkelakar : “kalau lahir laki-laki beri nama nataleo, tapi kalau perempuan beri nama natalia” tapi aku memberinya nama tofa. Terinspirasi dari nama seorang ulama dari rembang yang bernama mustofa bisri atau lebih akrab disapa gus mus, nama depan aku tambahi Muhammad dan nama belakang aku tambahi Abdullah. Jadilah dia bernama lengkap Muhammad Mustofa bisri Bisri Abdullah yang lahir 25 Desember 2004



Beberapa orang mengidentikkan sebuah nama dengan waktu kelahiran seorang anak. Missal anak yang lahir pada bulan romadhon dan berjenis kelamin laki-laki diberi nama romadhoni, panggilannya doni, kalau berjenis kelamin perempuan diberi nama romadona dengan panggilannya dona. Atau yang lahir pada bulan februari, apabila laki-laki diberi naa febrianto, sedangkan perempuan diberi nama febriyanti. Dan seterusnya tinggal mencocokkan dengan bulan atau sebuah kejadian yang menyertai kelahiran tersebut.



Hal itu tidak salah, namun ada juga sebagian orang yang abai terhadap peristiwa atau bulan bahkan kejadian yang menyertai kelahiran. Mungkin mereka itba’ (mengikuti) kepada kanjeng nabi Muhammad yang pernah ditanya tentang peristiwa gerhana. Saat itu salah seorang cucu nabi meninggal. Para shohabat menganggap bahwa peristiwa gerhana itu terjadi karena cucu kesayangan nabi wafat, buru-buru nabi membantah bahwa gejala (peristiwa) alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau kelahiran seseorang. Peristiwa alam yang terjadi di dunia ini disebabkan oleh kehendak Allah. Manusia dan alam semesta tinggal menjalani apa yang telah di tentukan oleh gusti Allah pada zaman azali (zaman sebelum manusia diciptakan).



Begitu juga dengan anakku tofa yang lahir bertepatan dengan hari raya orang-orang kristiani, hari lahirnya seorang messias (juru selamat) yang akan menebus dosa seluruh anak manusia. Kakakku yang ada disurabaya juga berkata, seandainya aku bekerja pada sebuah pabrik besar di Surabaya mungkin aku akan dapat bonus, karena anakku lahir pada hari natal, rata-rata para pengusaha di kota besar, salah satunya Surabaya, adalah orang orang cina dan rata-rata mereka beragama nasrani.namun sekali lagi kutegaskan tidak ada hubungan apa-apa antara sebuah kejadian atau gejala alam dan hari-hari besar tertentu dengan kelahiran atau kematian seseorang. Semua terjadi karena sudah ditetapkan oleh gusti Allah.



Tofa sekarang sudah enam tahun, dia juga sudah menyelesaikan pendidikan di taman kanak-kanak Masyithoh I tambakromo. Ketika aku Tanya mau meneruskan kemana dia menjawab dengan singkat, “MI tambakromo saja yah!”
Padahal aku menawarkan sekolah di SD muhammadiyah, karena simbah kakung punya tanggungan menjemput anak-anak di kompleks muhammadiyah, kalau dia mau tentunya dia akn pulang dan pergi ke sekolah bareng dengan simbahnya. Akupun juga mengiming-iminginya dengan lascar pelangi, 10 anak Sd muhammadiyah di pulau belitong yang mempunyai cerita apik yang ditulis oleh andrea hirata (sarjana lulusan Sorbonne prancis.) dimana sekolah itu sangat menyenangkan. Tidak ada paksaan bahkan makian ketika seorang siswa teledor. Guru justru dengan sangat sabar membimbing anak didik mereka untuk meraih cita-cita mereka.



Pilihan kedua aku tawarkan kepadanya agar mau sekolah di MI assalam Cepu, MI favorit di kota cepu, yang terletak di gang 2 cepu. Alasan aku menawarkan sekolah itu karena aku dulu alumni MI tersebut tahun 1994. namun dia juga tidak mau. Ketika kutanya alasannya, dia menjawab, “ingin bareng dengan lek roni…”hehe…
Ya udah malah beneran aku, soalnya biaya pembayaran di 2 sekolah tersebut sangat mahal. Sebenarnya aku tidak mempermasalahkan mahalnya biaya, tapi kalau anaknya tidak mau untuk apa dipaksa. Selain itu ibunya juga bisa menjemputnya ketika pulang sambil omong anak ke dua kami, Fahri

Minggu, 04 Juli 2010

PERGI HAJI

Ini bukan humor, tapi serius, aku akan pergi haji, setelah cicilan motorku lunas. Hal ini aku sampaikan pada teman-teman saat pertama kali aku punya motor baru empat tahun yang lalu. Salah seorang diantara mereka bertanya, apa yang akan kulakukan setelah motorku lunas. Sebetulnya ada banyak obsesi dalam hidupku. Salah satunya melanjutkan kuliah s2 (targetku adalah kuliah sampai s3) istriku berkeinginan punya rumah sendiri, dan akupun menyetujui, lalu anakku yang masih te ka itu pingin punya mobil pribadi, akupun merestui. Tapi entah kenapa yang keluar dari mulutku adalah pergi haji. Berdua dengan istriku. Jangan tertawa setelah membaca ceritaku ini. Aku bukan sombong. Aku hanya seseorang yang mempunyai cita-cita (keinginan) dan cita-citaku (beserta keluargaku) bukan cita-cita yang terlalu muluk-muluk atau keduwuren. Kamu tentu masih ingat dengan cerita haji sulam si penjual bubur yang ceritanya selalu di tayangkan di TPI itu. Awalnya pergi haji hanyalah sebuah obsesi. Keinginan yang terlalu tinggi. Namun apabila gusti Allah menghendaki semua orang bisa pergi haji.



Pak amin juga menambahkan sebuah cerita tentang penjual es campur yang mangkal di pinggir jalan. Dia diajak daftar haji oeh pak kyai. Namun uangnya hanya satu juta. Lalu pak kyai berkata : ‘kalau niat pergi haji, buka dulu tabungan haji, tak perlu merisaukan kapan lunasnya, yang penting punya tabungan dulu.”
Akhirnya si penjual es itu nurut dan pergi ke bank untuk membuka tabungan haji. Ndilalah kersane gusti Allah, tiap hari dagangannya laris, habis! Dan keuntungan dari jualan es itu disetor untuk melunasi biaya naik haji. Ketika tabungan hajinya cukup dan siap berangkat, dia matur kepada pak kyai : “saya sudah lunas pak kyai”
Pak kyai lalu merangkulnya sambil mengucapkan syukur kepada gusti Allah. Tapi penjual e situ terkejut ketika pak kyai berkata : “aku aja belum lunas!”
Subhanallah…coba kau bayangkan teman…penjual es campur aja bisa pergi haji dengan segenap usahanya, kenapa kita tidak bisa? Sementara kehidupan kita tentunya lebih baik dari penjual es campur tersebut.



Belajar dari cerita diatas, awal tahun 2010 dengan membaca bismillah aku pergi ke bank BRI cabang cepu (belakang soos sasono suko) dan membuka tabungan haji. Tidak banyak memang, Cuma seratus ribu. Dan alhamdulillah tiap minggu aku bisa rutin setor dengan besaran yang sama. Kalau ongkos naik haji sekitar 30 juta keatas, butuh berapa tahun untuk melunasinya. Belum lagi istriku yang ingin ikut, karena aku tidak diperbolahkan pergi sendiri (soalnya kemana-mana dia selalu ingin ikut aku, makan bareng aku, tidur ikut aku, emang dia cinta mati banget ma aku. Hehe…)
Kalau berdua dengan istriku ongkos naik haji sekitar 60 jutaan. Tidak jadi masalah kapan lunasnya, yang penting tiap minggu disisihkan, dan tidak lupa berdoa kepada gusti Allah, semoga keinginan kamike baitullah terpenuhi. Amien…ya robbal alamin…