Jumat, 25 Juni 2010

AKHIRNYA...

Sabtu, 19 juni 2010 disekolah kami diadakan pelantikan pramuka tingkat penggalang ramu, hal yang sangat istimewa dari acara ini adalah anak-anak diijinkan untuk menginap di sekolah, semalam. aku pikir menginap semalam disekolah bukan hal yang sulit, karena aku sudah terbiasa dengan kegiatan luar sekolah semacam, namun ternyata....


acara di mulai pukul setengah tiga, molor beberapa jam karena aku harus ke toko dan pulang jam satu, padahal yang direncanakan jam duabelas siang sudah pembukaan. kalau pembukaan berlangsung, sedangkan aku tak ada disana, apa yang akan dikatakan guru2 nanti. akhirnya aku mengambil inisiatif mengundurkan acara jam setengah dua. sebetulnya anak2 sudah datang, tapi ternyata pembinanya yang lelet. datang sekitar jam dua. akhirnya acara dimulai jam setengah tiga tanpa kamabigus. hanya aku sebagai pembina yang membuka acara.


hal pertama yang dilakukan oleh para pembina adalah menguji adik2 penggalang, apakah mereka sudah menguasai kepramukaan tingkat ramu apa belum, ketika sedang asyik ujian terjadi sebuah kecelakaan didepan sekolah, seorang anak kecil berusia 6tahun yang sedang menyebrang ditabrak sebuah motor yang sedang melaju kencang. konsentrasi bubar, aku bingung menghadapi kecelakaan seperti ini, akhirnya aku menyuruh seorang guru diniyah untuk mengikuti ke rumah sakit, karena aku punya tanggung jawab di sekolah.


malam...mungkn menjadi malam yang sangat menyenangkan bagi anak-anak, mereka bisa balas dendam kepada kakak pembina dan mengerjainya. dengan syarat di beri hadiah. ada yang di beri topi, krupuk, ada2 aja.
ketika anak2 disuruh tidur, karena sudah malam. mereka malah ramai sendiri di dalam kelas, ada yang smsan, ada yang klotekan. akhirnya kak darin dari smean 1 cepu turun tangan dan memarahi mereka. bukanya reda, mereka malah menjadi jadi. andai saja ada pak yudi mereka pasti tidak berani. sayang pak yudi datang ketika api unggun dan pulang setelah api unggun selesai.


paginya setelah perjalanan malam dan sedikit coretan di wajah mereka, dilaksanakan pelantikan. karena gedung sekolah mau dipakai untuk acara fatayat, kami bergegas pulang agar tidak mengganggu. semoga untuk semester depan ada lagi acara seperti ini dan lebih seru.

Kamis, 24 Juni 2010

SURAT BUAT DARIN

my little girl...



hai apa kabar? semoga baik2 saja. aku berterima kasih kepada kamu, karena sudah membantu mensukseskan program persami yang diadakan di sekolah kemarin. aku hanya ingin cerita sedikit tentang diriku, tentang sesuatu yang harusnya kamu tahu, tentang keinginan kamu untuk menjadi orang yang lebih baik tentunya.
tidak semua orang yang memakai kopyah putih lalu dipanggil pak kyai, itu adalah orang baik, tidak semua orang yang memakai surban panjang atau bahkan menggunakan baju yang menutupi semua aurat adalah orang yang beriman, semua orang punya masa lalu, termasuk mereka yang saat ini mungkin dipanggil sebagai orang berpendidikan dan orang pintar. masa lalu mereka, sebagian yang aku tahu ada yang baik, tapi banyak sekali yang buruk. tapi mereka terus bangkit dan berusaha meraih pencerahan dengan jalan yang benar. sama seperti diriku, aku juga sedang mencari jati diri, mencari terus sampai lelah asa di kepala. mantan pacarku di salatiga pernah bilang bahwa setiap detik adalah kesempatan yang diberikan oleh tuhan kepada kita untuk berubah, setiap detik aku bermetamorfosis, berubah sesuai dengan keinginanku, kadang jahat, kadang baik, semua berasal dari mencoba, tidak ada yang salah kok dengan mencoba. maka aku sarankan sama kamu agar kamu mau mencoba untuk menjadi lebih baik (tak perlu aku sebutkan disini kan?) cobalah....

Sabtu, 05 Juni 2010

MIMPI

Semalam aku mimpi, mimpi bagus sekali, turun dari sebuah bus kota bersama seorang cewek kutilang (kurus, tinggi, langsing). entah berangkat dari mana kami turun bersama, sampai disebuah kampus yang asri, aku tak tahu kampus mana itu, dia menawari aku minum segelas es dawet, manis tentunya, semanis senyumannya, lentik jemarinya, dan aku bisa memastikan cantik parasnya. namanya juga mimpi, aku tak sempat memperhatikan wajahnya begitu detail. tapi...ada 2 orang gadis kutilang dalam hidupku yang mungkin tidak akan pernah kamu jumpai dalam hidupmu, karena kisah cintaku lebih menarik dari kisah cintamu, buktinya kamu selalu liat blog-ku ini, sekedar untuk melihat gosip atau fitnah terbaru.
cewek yang pertama fara, rumahnya salatiga, baru lulus SMA tahun 2006 kemarin, sayang hubungan kami kandas, karena aku lebih banyak berbohong kepadanya.
Cewek yang kedua adalah sella, gadis yang pernah membintangi FTV hujan di hati stephanie ini anak semarang, teman satu geng di kantin banget.
masih ada satu lagi, ratih namanya, dulu kuliah di UGM dan kini bekerja dijepang. apakah mungkin dia sudah pulang kangen padaku lalu mengajak mnum es dawet di pojok kampusnya?
andai aku bisa mengulang mimpi itu mungkin aku akan mengamati wajahnya. agar tidak timbul penasaran seperti ini.

Jumat, 21 Mei 2010

ANIS

Hai apa kabar nis? sapaku pada sabtu pagi di depan rumahnya. waktu itu aku baru aja online, ngenet di depan rumahnya juga. iseng-iseng aku cuci motor yang dikelola kakak iparnya. dia keluar dengan wajah sumringah menyapaku.
" baik-baik saja. aku mau ke rumah puji, teman kita semasa aliyah di yastamas high school. bagaimana kabarmu?"
" masih seperti dulu... seorang lelaki yang suka membuat masalah." dia tertawa sambil menggendong anaknya yang berumur tiga tahun. zahwa namanya.
" masalah apa?"
" aku masih dengan aktifitas menulis. kemarin aku menulis tentang anak2 panti. dan berujung masalah. tapi syukur udah selesai dengan kekeluargaan."
" benar2 gak berubah ya?"
" its me... apa yang tidak aku sukai, apa yang mengganggu pikiranku akan selalu aku tulis. karena aku sulit sekali mengungkapkan dengan kata2. share dengan orang lain terasa percuma. karena aku merasa tidak punya best friend lagi. mereka udah pergi menjauh, sibuk dengan urusannya sendiri2. termasuk kamu dan rika."
" mbak rika yang gendut itu tow?"
" siapa lagi"?
"gimana kabarnya?"
"baik kok...katanya mau merit"
"masa? jangan lipa hubungi aku jika dia merit"
"oke..."
dia pergi sambil menggendong anaknya, ketika sebuah andong lewat. dia memberiku no hape. see you...

Sabtu, 08 Mei 2010

DARI MASA LALU

Kemarin... aku bertemu dengan dia ketika sedang membetulkan poninya yang miring ke kiri. di tengah keramaian pasar dipagi hari. dia...terlihat gendut sekali...mungkinkah sudah menikah dan punya anak? beda sekali dengan dia...yang kutemui malam itu di mentul cepu. gadis seksi dengan rambut sebahu, memakai rok mini dan tanktop. tak pakai helm lagi. padahal saat itu sedang gencar-gencarnya penertiban berlalu lintas dengan memakai helm. ketika kutanyakan, dia menjawab dengan simple, cukup diberi senyum saja. polisinya pasti akan melepaskan, seandainya terjaring dalam operasi. kalau tidak...masa bodoh
anganku melayang mengembara ke langit tinggi, saat dia tersenyum memang terlihat manis sekali. apakah senyum itu pernah dinikmati orang lain atau diobralnya pada siapa yang membutuhkan? aku tak tahu...
hubungan kami mengalir bagai air, dan dia bercerita tentang seorang laki-laki yang sering sekali mengejarnya. padahal dia sudah bertunangan dengan gadis lain. aku menawarkan diri menjadi pelabuhan cintanya dan tempat bersembunyi dari lelaki itu. namun dia menolak dengan halus. sendiri mungkin lebih baik, katanya...
setelah beberapa tahun tak bertemu aku melihatnya kemarin..di depan dealer yamaha jati ismoyo. saat seorang temanku motornya mogok.
aku tak berusaha mengejarnya apalagi memanggilnya. aku sudah bersama seseorang dengan dua orang anak. semoga kau bahagia. Happy...

Jumat, 01 Januari 2010

MALAM DI BAWAH LENTERA


By Bambang Supranoto

Malam di bawah lentera
Bulan pun terjaga

Sebutir bintang jatuh
Entah dimana

Jauh ; lagu sepintas lalu
Aku meminta
Selesai juga :
Merindu

Dikutip dari buku Cahaya, Gerimis, Warna (1985:19)

Kamis, 31 Desember 2009

LUKA CINTA


“ Aku ingin berhenti mencintaimu ” katamu malam itu, Malam dingin yang selalu kita lewati bersama dengan canda. Aku tidak tahu apa maksud ucapanmu, apakah kamu mau mengakhirimalam-malam indah ini dengan segala kehangatan yang sama-sama kita rasakan.
“ Kenapa? ” tanyaku, pertanyaan yang bodoh menurutmu.
“ Karena ada banyak kebohongan antara kita, bahkan aku membohongi diriku sendiri. Aku tak berani jujur dan berterus terang kepada diriku sendiri. Aku adalah pengecut ”
“ Kebohongan seperti apa? Dan kejujuran yang bagaimana yang kamu harapkan?”
“ Aku takut..takut mengatakan kebenaran ini, takut kamu terluka dan membenciku.”
“ Katakanlah...aku adalah kekasihmu, aku adalah orang yang penuh pengertian, bisa membimbing kamu dan menjagamu, masih ingatkah kamu dengan kata-kata itu? Kata yang benar-benar indah saat kamu mau menjadi kekasihku. ”
“ Maafkan aku...seharusnya aku tidak pernah menerimamu, memberimu harapan, membuaimu dengan mimpi keindahan. Harusnya kita hanya teman. Teman yang dekat yang bisa saling menghibur, saat kita dirundung duka. Tapi kamu salah, kamu mengartikan perhatianku secara berlebihan. Kamu menginginkan hubungan yang lebih dari seorang sahabat. Kamu...”
“ Sudahlah, aku tahu kemana arah pembicaraan kamu, seperi malam-malam yang sudah berlalu, kamu selalu membahas hal-hal yang sama. Tapi kamu selalu luluh dan mau mencoba menjadi bagian dari diriku. ”
“ Tapi tidak untuk malam ini, aku ingin lari darimu, aku ingin lari menjauh dari kasih sayangmu, aku ingin melepaskan pelukan indah ini. ”
“ Kenapa?...kenapa tidak segera kamu katakan alasan tolol itu malam ini ? ”
“ Kamu tidak akan sanggup mendengarnya, kamu akan mati mendengar kebenaran itu. Dan kamu akan menghancurkan dunia yang indah ini, karena amarah dan luka dihati. Yang tidak pernah kamu tahu, pada siapa kamu mengadu. ”
“ Aku adalah orang yang tegar, aku bukan orang lemah sepertimu yang menangis tersedu-sedu kareana diputus pacar.bayangkan seandainya kita tidak bertemu, kamu pasti akan berdiri ditengah lalu lalang kendaraan, agar tubuhmu dilumat hancur bersama deru angkuh mesin-mesin itu. Karena kamu sudah tidak punya harga, kamu sudah menggadaikan lekuk indah tubuhmu pada pacarmu, kamu harap dia tulus dan jujur, tapi dasar laki-laki, tidak ada yang akan menolak bila disodori tubuh sexy, seperti kucing yang tidak akan lari bila betemu dengan ikan asin. Pacarmu tetap saja mencampakkanmu setelah puas mereguk seluruh madu yang ada ditiap jengkal tubuhmu.”
“ Bukankah kamu juga menikmatinya? ”
“ Ya...aku juga menikmatinya, tapi aku bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan, buktinya aku masih disini mendengarkan keluh kesahmu...”
“ Dan mengharapkan hangat tubuhku. ”
“ Kita sama-sama membutuhkan itu, jangan munafik, kamu juga menikmati sentuhanku. Beruntung aku tidak menjualmu pada lelaki hidung belang seperti pacarmu, dengan alasan butuh biaya kuliah tega menyerahkan kekasihnya pada orang lain. Laki-laki seperti itukah yang kamu harapkan? ”
“ Tapi aku juga sudah tidak mengharapkan kamu lagi, aku ingin kamu pergi dan tidak usah mencariku lagi. ”
“ Kamu ngomong apa sih? Bukankah kita akan menikah ?”
“ Tidak...aku membatalkan pernikahan kita.”
“ Lantas apa yang akan kamu lakukan ?”
“ Aku akan disini, menemani sepi bersama mimpi, merajut asa dengan air mata, sampai datang seseorang yang mau menerima aku apa adanya.”
“ Apakah aku tidak cukup? Bukankah aku menerima kamu apa adanya? ”
“ Ya...tapi kamu bukan untukku.”
“ Apa maksudmu?”
“ Tanyakan saja pada wanita itu. Wanita yang selalu kamu peluk mesra diujung pagi!”
***
Hilang sudah harapanku, harapanmu. Dan harapan kita bersama. Maaf...bila selama ini aku tak pernah jujur kepadamu . kamu memang bukan untukku, tapi aku akan menjaga cinta ini. Cinta yang telah menyemaikan benih didalam rahimku ini. Kamu tak perlu tahu nama siapa yang akan aku tulis untuk ayah anak ini. Bukan bejo ataupun andre.
Aku tak tahu, apakah aku akan jatuh kedalam pelukan laki-laki lain atau kembali kepada mantan pacarku yang dulu. Yang jelas cukup sudah luka cinta yang kita buat bersama ini. Meskipun kamu tidak pernah jujur mengatakannya kepadaku, tapi aku tahu bahwa kamu tidak bahagia dengan perkawinan kamu.
Mau bukti ? sudah jelas bukan ? kamu tidak akan datang padaku dengan nama andre dan mengatakan “ aku cinta kamu “
***
Kamu datang padaku dengan nama andre,
“ Nama yang bagus ” pikirku saat itu.
Nama yang indah bila disandingkan dengan namaku didalam surat undangan yang berwarna merah muda. “ MENIKAH : ANDRE DAN JUWITA “ tidak malu maluin dan gaul banget. Tapi buru-buru kamu meralat dengan air mat amengalir disudut matamu.
“ Maaf ” katamu tersedu. Pelan nyaris tak kudengar.
“ Namaku bukan Andre, tapi Jumino, biasa dipanggil Bondes ”
“ Brengsek ” umpatku dalam hati sambil menatap bibirmu yang tebal. Kuakui bibir itulah yang membuat aku terbayang-bayang tiap malam, dan bibir itu pula yang telah melumat lembut setiap jengkal tubuhku.
“ Mengapa baru kamu katakan sekarang ?” tanyaku menahan marah.
“ Karena aku malu dan minder dengan nama itu “
“ Biarpun itu nama pemberian orang tuamu ?” kamu tidak menjawab, hanyak menunduk penuh penyesalan. Apakah kamu benar-benar menyesal, aku tak tahu. Tapi kamu terdiam, lama sekali, hingga aku jemu menunggu kalimat yang akan keluar dari mulutmu.
“ Lantas apa maksudmu mengatakan kebenaran ini? Mengapa tak kau biarkan aku larut dalam kebohongan ini dan memujamu sebagai andre, bukan jumino. Nama yang ndeso.”
“ Karena aku mencintaimu dengan setulus hati, bukankah sejak awal hubungan kita selalu dilandasi rasa saling percaya dan jujur? Apakah kebohongan sekecil ini melunturkan cintamu padaku ?”
“ Sebetulnya memang hanya sebuah kebohongan kecil, tapi kamu terlambat mengatakannya. Mengapa tidak dari dulu saat aku mulai bergumul dengan rayuan gombalmu? Kebohongan itu kini telah membesar seperti bola salju yang terus menggelinding. Saat kita memutuskan untuk menikah, mengapa baru kamu katakan hal yang menyakitkan ini ?”
“ Tapi...bukankah hanya sebuah nama ?”
“ Ya...sebuah nama, tapi itu adalah awal dari hubungan kita. Lagi pula itu adalah sebuah do’a yang diberikan oleh orang tuamu melalui nama itu. Bagaimana kamu bisa menghargai diriku, sementara nama yang indah dari orang tuamu tidak kamu hargai?
Aku justru meragukan rasa cinta yang mengalir dalam darahmu itu, benarkah kamu mencintaiku ? apakah ini bukan sebuah kebohongan yang menyebalkan ?”
“ Maafkan aku...justru dengan kebenaran yang aku katakan saat ini adalah bukti bahwa aku benar-benar mencintaimu. Karena aku tidak mau kamu larut dalam kebohongan ini.”
“ Aku tidak hanya larut, aku sudah hanyut dengan cinta dan perasaanku. Kamu benar-benar brengsek. ”
Aku pergi setelah kamu mencoba menghentikan aku. Tapi amarahku malam itu sudah tidak bisa aku bendung lagi, hingga keluar kata-kata kotor yang keluar dari mulutku. Kata yang tidak pantas aku ucapkan pada calon suamiku. Maafkan aku. Aku menyesal dengan sikapku malam itu. Apakah kamu marah dengan tamparanku di pipi sebelah kananmu? Kuharap tidak.
Tapi ternyata aku salah, kesalahan terbesar dalam hidupku adalah mempercayaimu. Pagi itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu bergandengan mesra dengan seorang wanita yang membuncit perutnya. Runtuh sudah seluruh langit diatas dan menimpa diriku yang direndam gulana.
“ Kamu benar-benar brengsek “ teriakku sekeras mungkin dalam hatiku.

Kota minyak cepu
30 november 2005