Senin, 14 September 2009
ira
Sekarang kita sudah tidak bisa bertemu lagi ya. Setelah geng kantin banget dibubarkan kita memang tidak mungkin akan bisa bertemu lagi. Padahal bisa menemui kamu adalah hal yang sangat menyenangkan bagiku. Bisa berkumpul bersama teman-teman disemarang. Saling berbagi dan bertukar pikiran. Aku masih ingat saat pertama kali kamu dating ke kaligawe di kantor suara merdeka yang diantar sama mama. Dasar anak mama, pikirku waktu itu. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya kamu berani datang ke kaligawe sendirian. Tanpa mama. Entah kenapa akhir-akhir ini aku selalu terbayang wajahmu. Kacamata yang menghiasi wajahmu, dan senyum yang selalu berkembang di bibirmu. Seakan kamu adalah bidadari yang dikirim oleh tuhan untuk mengusik tidurku. Kurasa tuhan berbuat jahat padaku. Dengan menghadirkan kamu dalam setiap mimpiku. Itu berarti aku harus menemui kamu. 150 kilometer kira-kira empat jam perjalanan dengan menempuh sepeda motor. Karena memang hanya itu kendaraan yang aku punya. Dan tentunya sudah jelas aku tidak bisa menemui kamu. Kecuali untuk alasan yang sangat masuk akal. Misalnya melamar kamu atau menikahi kamu. Tapi itu gak mungkin ya! Masih terlalu jauh. Masih terlalu banyak yang ingin kita raih. Kadang aku hanya bisa diam membisu sambil meneteskan air mataku saat ingat dirimu. Biarlah aku nikmati kerinduan ini bersama getar-getar didada. Asal tidak menyebabkan luka. Kamu tentu tahu kan, aku mudah sekali terluka. Seandainya rindu ini terlalu dalam menyiksa dan menyebabkan luka, aku akan segera menemui kamu dan melampiaskan semua hasrat didada. Tunggulah ampai saat itu tiba. Aku akan datang menemui kamu. Tentunya dengan kondisi yang lebih baik dari sekarang. Setelah semua kebutuhan terpenuhi, aku ingin menyempurnakan separo agamaku. Aku ingin beribadah bersamamu. Menghiasi malam-malam dengan doa dan tadarus bersama. Merajut mimpi merangkai asa yang telah kita bina bersama. Hm…sepertinya aku sudah tidak sabar lagi menunggu saat itu. Saat indah ketika kamu berada dalam pelukanku. Dan kamu mendesah manja, mengeratkan pelukanmu.oh…..
Jumat, 31 Juli 2009
KENAPA DIPASANG?
Hari minggu tanggal 09 agustus 2009, ada acara seminar yang berjudul “ Say No to Free Sex” yang diadakan oleh radio raka fm cepu. Bertempat di gedung Soos Sasono suko. Dua minggu sebelum acara dimulai panitia sudah menyebar undangan ke semua sekolah tingkat SMP dan SMA. Termasuk sekolahku. Ketika undangan itu dating dengan pedenya seorang guru memasang pengumuman itu di madding. Tapi anehnya ketika aku Tanya, kira-kira siapa yang akan dikirim untuk menghadiri acara tersebut. Beliau malah menjawab “ sepertinya kita tidak akan mengirimkan siswa kita kesana.”
Guru yang lain menimpali “ tema yang diangkat terlalu vulgar dan dewasa. Tidak pantas untuk anak-anak kita yang masih di bawah umur. Selain itu sekolah kita berbasis agama. Sangat tidak mungkin siswa kita melakukan sex bebas.”
Aku yang mendengar jawaban tersebut melongo “lho kok?...” dalam hati aku bertanya kenapa pengumuman tentang adanya kegiatan tersebut dipasang di mading, kalau ternyata tidak ada peserta yang dikirim untuk menghadiri acara tersebut. Lagian acara tersebut juga gratis. Tidak dipungut biaya sepeserpun. Apakah tidak eman-eman.
Dalam diam aku berontak dan ingin sekali hadir dalam acara itu. Aku sangat menyayangkan potensi siswa yang tidak bisa digarap sepenuhnya dan terkesan asal-asalan. Aku jadi teringat pada peristiwa akhir tahun pelajaran ketika kami mendapat undangan untuk pembelajaran internet untuk pendidikan. Sekolah juga tidak mengirimkan siswanya sama sekali untuk mengikuti kegiatan tersebut, padahal ada pelajaran TIK di sekolah. Tapi gak apalah, kegiatan itu masih kurang satu minggu lagi. Aku akan melakukan maneuver agar supaya bisa mengikuti kegiatan tersebut dan semakin bertambah pengalamanku. Terutama pengalaman anak-anak tentang masa depan mereka. Semoga …..
Guru yang lain menimpali “ tema yang diangkat terlalu vulgar dan dewasa. Tidak pantas untuk anak-anak kita yang masih di bawah umur. Selain itu sekolah kita berbasis agama. Sangat tidak mungkin siswa kita melakukan sex bebas.”
Aku yang mendengar jawaban tersebut melongo “lho kok?...” dalam hati aku bertanya kenapa pengumuman tentang adanya kegiatan tersebut dipasang di mading, kalau ternyata tidak ada peserta yang dikirim untuk menghadiri acara tersebut. Lagian acara tersebut juga gratis. Tidak dipungut biaya sepeserpun. Apakah tidak eman-eman.
Dalam diam aku berontak dan ingin sekali hadir dalam acara itu. Aku sangat menyayangkan potensi siswa yang tidak bisa digarap sepenuhnya dan terkesan asal-asalan. Aku jadi teringat pada peristiwa akhir tahun pelajaran ketika kami mendapat undangan untuk pembelajaran internet untuk pendidikan. Sekolah juga tidak mengirimkan siswanya sama sekali untuk mengikuti kegiatan tersebut, padahal ada pelajaran TIK di sekolah. Tapi gak apalah, kegiatan itu masih kurang satu minggu lagi. Aku akan melakukan maneuver agar supaya bisa mengikuti kegiatan tersebut dan semakin bertambah pengalamanku. Terutama pengalaman anak-anak tentang masa depan mereka. Semoga …..
Rabu, 29 Juli 2009
AWAL TAHUN YANG BERAT
Tahun ini hanya 19 orang anak yang daftar ke sekolah kami. karena tuntutan sertifikasi kelas delapan yang jumlah siswanya 32 orang terpaksa di bagi menjadi dua kelas. delapan a dan delapan b. dengan jumlah siswa masing-masing kelas enam belas orang. untuk kelas a diisi oleh siswa yang agak mampu menguasai pelajaran, sedangkan kelas b diisi oleh siswa yang kurang mampu dalam pelajaran.
masalah timbul ketika biaya operasional sekolah membengkak. karena dana bos yang kami terima berkurang. tahun kemarin anak kelas sembilan jumlahnya ada dua puluh tujuh. kalau siswa baru hanya sembilan belas berarti ada pengurangan delapan orang siswa.
akhirnya kami mengumpulkan wali murid dan meminta mereka utuk memenuhi kekurangan operasional sekolah. alhamdulillah mereka mau menerima. semoga lancar. tidak ada suatu halangan. amien...
masalah timbul ketika biaya operasional sekolah membengkak. karena dana bos yang kami terima berkurang. tahun kemarin anak kelas sembilan jumlahnya ada dua puluh tujuh. kalau siswa baru hanya sembilan belas berarti ada pengurangan delapan orang siswa.
akhirnya kami mengumpulkan wali murid dan meminta mereka utuk memenuhi kekurangan operasional sekolah. alhamdulillah mereka mau menerima. semoga lancar. tidak ada suatu halangan. amien...
Selasa, 28 Juli 2009
PAK TAUFIK
hal aneh dikatakan pak taufik beberapa hari yang lalu, beliau memintaku agar aku membuat rancagan aggaran kegiata perkemahan pada bulan agustus ini. karena mau tidak mau akan ada undangan dari gudep untuk merayakan hari pramuka. andai pada kegiatan-kegiatan yang dulu pak taufik juga berkata seperti itu, alangkah senangnya hatiku.
pak taufik adalah guru senior di sekolahku. dulu aku juga pernah diajar oleh beliau untuk pelajaran biologi dan bahasa indonesia. sangat menyenangkan! sekarang beliau menjadi bendahara sekolah. mungkin karena mengingat pengabdiannya yang sudah cukup lama di sekolahku ini. sayang kehidupannya tidak semudah pelajarannya. aku berdoa semoga beliau selalu bahagia.amien...
pak taufik adalah guru senior di sekolahku. dulu aku juga pernah diajar oleh beliau untuk pelajaran biologi dan bahasa indonesia. sangat menyenangkan! sekarang beliau menjadi bendahara sekolah. mungkin karena mengingat pengabdiannya yang sudah cukup lama di sekolahku ini. sayang kehidupannya tidak semudah pelajarannya. aku berdoa semoga beliau selalu bahagia.amien...
Senin, 27 Juli 2009
PAK YUDI YANG MENYEBALKAN
Dulu ketika pertama kali aku datang ke sekolah ini, dia menyambutku dengan penuh keakraban. Tak terasa sekarang sudah hampir setahun dia mendiamkan aku tanpa pernah aku tahu apa salahku. padahal dia yang selalu memberi tahu aku untuk bersikap dewasa, tapi nyatanya dai tidak bisa bersikap dewasa. apakaj memang seperti itu? kita mengajarkan sesuatu kepada orang lain, tapi kita lupa dengan apa yang telah kita ajarkan itu? tuhan...jauhkanlah aku dari sifat-sifat seperti itu. pertengahan semester aku akan mengadakan kegiatan perkemahan bekerja sama dengan perhutani cepu. semua sudah aku rancang biarpun tanpa persetujuan dewan guru. yach...aku bertindak sendiri. karena aku merasa tidak ada yang bisa membantu aku, apalagi ikut mngurusi kemah. namaun sayang kemah itu harus gagal karena tidak disetujui dewan guru. kecewa....jelas! lebih-lebih para murid yang ingin mengadakan kegiatan di luar kelas! aku....gak hanya kecewa tapi juga malu dengan perhutani. seandainya para dewan guru tidak menyetujui tidak masalah asal tidak ikut meng cancel kegiatan tersebut! dasar orang-orang syirik yang tidak pernah mau maju!
Selasa, 14 Juli 2009
prediksi
Sela menerima lamaran syeh puji. Aku kecewa, didin terluka, wahyu merana dan lutfi ingin bunuh diri. Ini semua salah mas budi, dia ngotot mengajak kami ke kebun kopi banaran. Karena dia pingin mencari inspirasi untuk cerpen terbarunya. Tak tahunya disana ketemu dengan syeh puji yang sedang bercengkrama dengan istri-istrinya. Yang sangat aku herankan, kenapa dia mau menerima syeh puji yang doyan banget poligami? Apakah mungkin ada mantra khusus yang menempel di tangan syeh puji ketika berjabat tangan dengan cewek cakep. Karena ada beberapa cewek yang ikut rombongan kami. Dan semuanya salaman dengan syeh puji. Apakah mantra syeh puji tidak mempan pada laki-laki dan cewek yang tidak cakep?
Seperti seorang kekasih yang sudah lama tak pernah betemu, sela selalu mendekati syeh puji, meletakkan kepalanya diatas dada syeh puji, dan minta agar segera dikawini. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sela melakukan hal itu. Padahal kami semua mengharapkan agar supaya sela mau menerima salah satu dari kami dan menjadikannya pacar, kami akan menerima keputusan sela seandainya dia memilih irul. Cowok hitam dan paling jelek diantara kami. Tapi kalau sela memilih syeh puji, rasanya kami tidak bisa terima. Apa kekurangan kami sehingga dia memilih orang lain di luar geng kami. Minta dijadikan istri lagi, padahal kami hanya menargetkan untuk menjadi pacar.
Memang kami kalah secara financial, syeh puji kaya raya, uangnya segunung. Apa yang diinginkannya bisa tercapai hanya dengan sekali jentikan tangan. Sedangkan kami, harus berusaha keras untuk sekedar membayar uang kost, apalagi mewujudkan impian kami.
Syeh puji juga lebih berpengalaman dalam membahagiakan perempuan. Tentunya dia tahu tehnik dan gaya apa yang paling disukai oleh perempuan untuk mencapai orgasme.
Mungkin pilihan sela tidak salah, hanya saja kami tidak bisa menerimanya. Karena tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Andai dia milih irul, cowok yang palling jauh sendiri rumahnya. Pergi ke semarang jam lima pagi habis subuh, dan baru nyampai semarang jam sembilan. Kami masih bisa toleransi. Lagian irul adalah anggota geng yang paling tua. Biasanya yang tua selalu menangan. Dan tak apalah kalau sela memilihnya. Tapi kalau sela memilih syeh puji, aduh…semoga aja syeh puji yang duluan. Duluan mati maksudnya. Agar supaya kami bisa mendapatkan sela kembali. Yah…biarpun janda gak papalah asal dia masih sela. Tidak berubah menjadi disa atau ica. Karena jujur, aku tertarik sekali dengan sela karena ada tahi lalat di pipinya. Aku kadang terbang bersama mimpiku, kapan aku bisa mencium dan merasakan nikmatnya tahi lalat itu. Selain itu kulit sela terlihat bersih. Bodinya ramping dan anggun. Aku yakin sekali pakaian apa saja akan pantas dikenakan oleh sela. Tidak seperti netty yang tubuhnya subur. Ukuran bajunya harus jumbo agar muat. Bahkan mungkin dia juga mendambakan cowok jumbo yang seukuran dengan dia. Tidak dengan irul yang bertubuh cekiing. Biarpun kelihatannya irul terlihat serius sekali mengejarnya.
Ah sela…kenapa kau bunuh cintaku yang sudah mulai bersemi, kenapa kau rapuhkan hati kami sehingga kami harus merana dan merasakan luka?
Seperti seorang kekasih yang sudah lama tak pernah betemu, sela selalu mendekati syeh puji, meletakkan kepalanya diatas dada syeh puji, dan minta agar segera dikawini. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sela melakukan hal itu. Padahal kami semua mengharapkan agar supaya sela mau menerima salah satu dari kami dan menjadikannya pacar, kami akan menerima keputusan sela seandainya dia memilih irul. Cowok hitam dan paling jelek diantara kami. Tapi kalau sela memilih syeh puji, rasanya kami tidak bisa terima. Apa kekurangan kami sehingga dia memilih orang lain di luar geng kami. Minta dijadikan istri lagi, padahal kami hanya menargetkan untuk menjadi pacar.
Memang kami kalah secara financial, syeh puji kaya raya, uangnya segunung. Apa yang diinginkannya bisa tercapai hanya dengan sekali jentikan tangan. Sedangkan kami, harus berusaha keras untuk sekedar membayar uang kost, apalagi mewujudkan impian kami.
Syeh puji juga lebih berpengalaman dalam membahagiakan perempuan. Tentunya dia tahu tehnik dan gaya apa yang paling disukai oleh perempuan untuk mencapai orgasme.
Mungkin pilihan sela tidak salah, hanya saja kami tidak bisa menerimanya. Karena tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Andai dia milih irul, cowok yang palling jauh sendiri rumahnya. Pergi ke semarang jam lima pagi habis subuh, dan baru nyampai semarang jam sembilan. Kami masih bisa toleransi. Lagian irul adalah anggota geng yang paling tua. Biasanya yang tua selalu menangan. Dan tak apalah kalau sela memilihnya. Tapi kalau sela memilih syeh puji, aduh…semoga aja syeh puji yang duluan. Duluan mati maksudnya. Agar supaya kami bisa mendapatkan sela kembali. Yah…biarpun janda gak papalah asal dia masih sela. Tidak berubah menjadi disa atau ica. Karena jujur, aku tertarik sekali dengan sela karena ada tahi lalat di pipinya. Aku kadang terbang bersama mimpiku, kapan aku bisa mencium dan merasakan nikmatnya tahi lalat itu. Selain itu kulit sela terlihat bersih. Bodinya ramping dan anggun. Aku yakin sekali pakaian apa saja akan pantas dikenakan oleh sela. Tidak seperti netty yang tubuhnya subur. Ukuran bajunya harus jumbo agar muat. Bahkan mungkin dia juga mendambakan cowok jumbo yang seukuran dengan dia. Tidak dengan irul yang bertubuh cekiing. Biarpun kelihatannya irul terlihat serius sekali mengejarnya.
Ah sela…kenapa kau bunuh cintaku yang sudah mulai bersemi, kenapa kau rapuhkan hati kami sehingga kami harus merana dan merasakan luka?
Senin, 15 Juni 2009
surat untuk mas tofa
Maaf ya...sebetulnya sejak semula aku tidak tertarik dengan mlm. Tapi entah kenapa setiap kali aku mengeluh tidak punya uang kamu selalu menyarankan aku agar ikut mlm. Dan akhirnya kamu sukses mem prospek aku, sehingga aku tertarik mengikuti mlm, biarpun jauh di dalam lubuk hatiku aku ingin berontak. Tapi karena kebaikanmu aku tidak tega menolak ajakanmu, dan akhirnya aku ikut mlm sesuai dengan harapanmu. Tentu kamu senang kan ? karena memang itu yang kau harapkan. Masih ingat gak saat kamu mengajakku untuk daftar GPIndo di blora waktu itu? Aku meminta agar kamu mau memberiku pinjaman 200ribu rupiah agar aku bisa membayar motor. Akuk bukannya memanfaatkan kamu, tidak! Aku hanya minta tolong agar aku bisa membayar motor, soalnya sudah deadline. Kalau terlambat bisa-bisa aku kena denda. Dan yang paling parah adalah aku takut kalau motorku di tarik oleh dealer. Aku takut sekali, karena hanya itu alat transportasi yang aku miliki untuk bekerja.
Hubungan kita memang agak renggang sekarang setelah aku jujur padamu semalam bahwa aku tidak tertarik sama sekali dengan bisnis model mlm. Selain ribet ngurus jaringan ( downline dan up line ) yang selalu kamu banggakan. Aku hanya ingin kemudahan bagaimana caranya mendapat uang yang banyak dengan cara mudah.
Kamu tahu apa alasanku melakukan semua itu? Tak lain dan tak bukan adalah karena hanya kamu seorang yang menganggap aku sebagai saudara. Jarang lo ada orang yang baru kenal terus menganggap saudara seperti itu. Makanya hampir semua ajakanmu tidak pernak aku tolak. Akupasti mengiyakan semua yang kamu inginkan. Mulai dari sekedar menemani makan, bahkan sampai pasang iklan segala di koran tentang mlm yang kita ikuti. Biarpun aku tidak tahu dari mana aku akan dapat uang untuk membayar semua hutangku padamu. Karena setiap kali mengikuti mlm kamu selalu memberiku pinjaman dulu, agar aku bisa mengangsur.
Seandainya kamu tahu, aku bermental seperti seorang buruh atau pelayan. Aku akan melakukan apa saja yang diminta oleh seseorang yang telah membantu aku. Apapun itu akan aku lakukan asal aku bisa dan mampu. Bila kamu bertanya kapan waktu luangku, aku tidak bisa menjawab, karena aku tidak pernah memiliki waktu luang. Aku selalu sibuk dengan kegiatanku. Tentu kamu sendiri sudah tahu apa yang aku lakukan, setelah lepas dari pekerjaan toko. Tappi apabila kamu mengajakku untuk melakukan sesuatu aku pasti mau. Aku akan meluangkan sedikit waktu untuk menemanimu melakukan apa saja di sela-sela kesibukanku. Biarpun akhirnya aku tidak bisa istirahat siang. Karena bagiku merebahkan raga ini sejenak di tempat tidur sangat membantu aku dalam melepaskan segala penat sendirian. Tapi demi kamu aku rela melakukan apa saja.
Maaf bila akhirnya aku mengecewakanmu. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa berbuat seperti itu. Mungkin sudah kodratku untuk mengabdikan diriku pada kehidupan sosial. Temanku ketika kuliah dulu pernah menggojlok aku bahwa aku memang pantas sekali untuk melakukan kegiatan sosial. Dulu aku mengadakan kursus bahasa inggris dengan biaya per bulan hanya seribu rupiah. Sangat murah sekali. Dan tak tahu kenapa aku terbawa lagi .sifat-sifat seperti itu. Aku tidak tega melihat orang dalam kesusahan. Sehingga aku turun tangan dan mencoba membahagiakannya. Biarpun sebetulnya diriku juga pantas untuk dikasihani. Tapi aku puas dan bangga sekali melihat orang lain tersenyum. Mungkin caraku salah. Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak tahu cara yang tepat dan pantas untuk membahagiakan orang lain.
Aku tidak bisa mengatakan tidak, apabila ada orang yang datang minta tolong kepadaku, selama aku mampu dan bisa menjalani aku akan selalu membantu. Biarpun diriku juga pantas dibantu. Seperti narto yang selalu membonceng aku ketika pulang dai toko. Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin membantu meringankan bebannya agar dia tidak pulang jalan kaki. Memang sih akhirnya aku menyesal karena dia menganggapku supir taksi yang bisa dijadikan langganan. Tapi niatku berubah menjadi sodaqoh. Membantu menolong orang lain yang membutuhkan.
Udah ya...maaf bila aku menulis surat ini terlalu panjang, aku tidak tahu apakah kamu membacanya atau tidak. Mungkin kamu akan mengabaikannya. Terserah kamu. Yang jelas inilah isi hatiku
Hubungan kita memang agak renggang sekarang setelah aku jujur padamu semalam bahwa aku tidak tertarik sama sekali dengan bisnis model mlm. Selain ribet ngurus jaringan ( downline dan up line ) yang selalu kamu banggakan. Aku hanya ingin kemudahan bagaimana caranya mendapat uang yang banyak dengan cara mudah.
Kamu tahu apa alasanku melakukan semua itu? Tak lain dan tak bukan adalah karena hanya kamu seorang yang menganggap aku sebagai saudara. Jarang lo ada orang yang baru kenal terus menganggap saudara seperti itu. Makanya hampir semua ajakanmu tidak pernak aku tolak. Akupasti mengiyakan semua yang kamu inginkan. Mulai dari sekedar menemani makan, bahkan sampai pasang iklan segala di koran tentang mlm yang kita ikuti. Biarpun aku tidak tahu dari mana aku akan dapat uang untuk membayar semua hutangku padamu. Karena setiap kali mengikuti mlm kamu selalu memberiku pinjaman dulu, agar aku bisa mengangsur.
Seandainya kamu tahu, aku bermental seperti seorang buruh atau pelayan. Aku akan melakukan apa saja yang diminta oleh seseorang yang telah membantu aku. Apapun itu akan aku lakukan asal aku bisa dan mampu. Bila kamu bertanya kapan waktu luangku, aku tidak bisa menjawab, karena aku tidak pernah memiliki waktu luang. Aku selalu sibuk dengan kegiatanku. Tentu kamu sendiri sudah tahu apa yang aku lakukan, setelah lepas dari pekerjaan toko. Tappi apabila kamu mengajakku untuk melakukan sesuatu aku pasti mau. Aku akan meluangkan sedikit waktu untuk menemanimu melakukan apa saja di sela-sela kesibukanku. Biarpun akhirnya aku tidak bisa istirahat siang. Karena bagiku merebahkan raga ini sejenak di tempat tidur sangat membantu aku dalam melepaskan segala penat sendirian. Tapi demi kamu aku rela melakukan apa saja.
Maaf bila akhirnya aku mengecewakanmu. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa berbuat seperti itu. Mungkin sudah kodratku untuk mengabdikan diriku pada kehidupan sosial. Temanku ketika kuliah dulu pernah menggojlok aku bahwa aku memang pantas sekali untuk melakukan kegiatan sosial. Dulu aku mengadakan kursus bahasa inggris dengan biaya per bulan hanya seribu rupiah. Sangat murah sekali. Dan tak tahu kenapa aku terbawa lagi .sifat-sifat seperti itu. Aku tidak tega melihat orang dalam kesusahan. Sehingga aku turun tangan dan mencoba membahagiakannya. Biarpun sebetulnya diriku juga pantas untuk dikasihani. Tapi aku puas dan bangga sekali melihat orang lain tersenyum. Mungkin caraku salah. Tapi mau bagaimana lagi. Aku tidak tahu cara yang tepat dan pantas untuk membahagiakan orang lain.
Aku tidak bisa mengatakan tidak, apabila ada orang yang datang minta tolong kepadaku, selama aku mampu dan bisa menjalani aku akan selalu membantu. Biarpun diriku juga pantas dibantu. Seperti narto yang selalu membonceng aku ketika pulang dai toko. Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin membantu meringankan bebannya agar dia tidak pulang jalan kaki. Memang sih akhirnya aku menyesal karena dia menganggapku supir taksi yang bisa dijadikan langganan. Tapi niatku berubah menjadi sodaqoh. Membantu menolong orang lain yang membutuhkan.
Udah ya...maaf bila aku menulis surat ini terlalu panjang, aku tidak tahu apakah kamu membacanya atau tidak. Mungkin kamu akan mengabaikannya. Terserah kamu. Yang jelas inilah isi hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)