Kamis, 15 Januari 2009
Musim hujan.
kenapa pertemuan geng kantin banget selalu pada musim hujan?aku trauma pada apa yang pernah aku alami dulu.berangkat pagi sekali dengan adikku.habis subuh.sampai di semarang jam 9 pagi.belum terlambat memang.tapi capeknya minta ampun.setelah itu pulang jam 5 sore.sampe cepu jam 9 malam.diikuti dengan rintik hujan.sampai rumah badan meriang.kepala pusing.senin gak bisa berangkat kerja karena sakit.memang berat.tapi menyenangkan.dan aku akan melakukanya lagi hari minggu 18 januari 2009.
Selasa, 21 Oktober 2008
NAKTUN...
namanya naktun...lengkapnya aku gak tau, aku " menemukannya " saat KKN di desa gadu kecamatan sambong kabupaten blora. Dia adalah alumni dari pondok pesantren langitan tuban jawa timur. saat aku "menemukannya" dia terlihat bening dan cling banget, putih bersih tapi gak kayak sapi, seketika gejolak di dadaku berdesir aku merasakan getaran aneh...saat melihat kakinya telanjang dicelupkan ke dalam kali (sungai)...
beberapa tahun kemudian...
malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih...saat aku berkunjung ke tempat itu lagi dia sudah menikah dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Dia diceraikan oleh suaminya, dipulangkan dengan cara tidak terhormat, ternyata suaminya adalah seorang supir truk...woalah pak wo..pak wo... kenapa tidak diberikan aku saja yang santri tulen...
sekarang dia udah menikah lagi dengan laki2 pilihanya sendiri semoga lebih bertanggung jawab...karena suaminya yang supir truk itu adalah pilihan orang tuanya...
sekarang dia hamil...kalian tahu...dia kelihatan seksi sekali...karena dia ikut kecepu, membantu jualan suaminya di pasar,,,otomatis aku setiap hari tahu...dan aku mengaguminya...ah perut buncitnya menambah dia menjadi seksi...semoga jadi anak yang berbakti
beberapa tahun kemudian...
malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih...saat aku berkunjung ke tempat itu lagi dia sudah menikah dengan orang yang tidak bertanggung jawab. Dia diceraikan oleh suaminya, dipulangkan dengan cara tidak terhormat, ternyata suaminya adalah seorang supir truk...woalah pak wo..pak wo... kenapa tidak diberikan aku saja yang santri tulen...
sekarang dia udah menikah lagi dengan laki2 pilihanya sendiri semoga lebih bertanggung jawab...karena suaminya yang supir truk itu adalah pilihan orang tuanya...
sekarang dia hamil...kalian tahu...dia kelihatan seksi sekali...karena dia ikut kecepu, membantu jualan suaminya di pasar,,,otomatis aku setiap hari tahu...dan aku mengaguminya...ah perut buncitnya menambah dia menjadi seksi...semoga jadi anak yang berbakti
Jumat, 10 Oktober 2008
yusuf...
Dia adalah temanku di MI assalam cepu, dulu dia kerja di koperasi, sekarang kerja di BRI, orang bilang karene udah rejek dia, Tapi tidak bagiku...aku tahu bagaimana perjuangan dia hingga bisa seperti sekarang ini, benar2 penuh pengorbanan, apalagi istrinya melahirkan setelah beberapa hari dia kerja di BRI, mungkin benar rejeki anaknya ya,,,
Aku iri...ijasah S1 aja belum kuambil, pingin kerja seperti dia, pakai ijazah dari mana? ah...rejeki emang susah dicari, tapi kalo datang...jangan ditolak
Aku iri...ijasah S1 aja belum kuambil, pingin kerja seperti dia, pakai ijazah dari mana? ah...rejeki emang susah dicari, tapi kalo datang...jangan ditolak
Kamis, 09 Oktober 2008
HUJAN
Dua hari terakhir ini setiap sore selalu turun hujan, sama seperti awal Ramadhan dulu, Hujan datang menyambut dengan curahnya yang sangat. Sekarang setelah kita merayakan kemenangan hujan juga menyambutnya, Mungkin dia juga menangis sedih ditinggal Ramadhan, Tapi karena manusia sudah terlanjur suka dan senang merayakan kemenangan sehingga terlena dengan kepergian Ramadhan, nabi Muhammad sendiri pernah menangis, Ketika ramadhan akan berakhir ; " Seandainya umatku tahu keistimewaan dan kebesaran Ramadhan, Pasti mereka akan meminta sebelas bulan mendatang adalah bulan Ramadhan terus."
Hujan mebuatku tak berkutik, Tiap sore mau nonton tivi takut kalo ada petir, Maklum tivi baru, eman2 kalo terbakar, Membaca buku juga males banget, Padahal seminggu lagi sekolah sudah dimulai, Aku harus belajar banyak kan ? toko juga tutup, dingin...siapa orang bodoh yang keluar malem2 buat cari baju seragam? lagian barang ditoko juga habis, Akhirnya aku hanya tidur...makan dan tidur lagi...Pinggangku terasa sakit banget, perutku mulas karena kekenyangan, semoga aja tidak ada orang kelaparan di sekitar rumahku agar aku tidak berdosa...
Hujan mebuatku tak berkutik, Tiap sore mau nonton tivi takut kalo ada petir, Maklum tivi baru, eman2 kalo terbakar, Membaca buku juga males banget, Padahal seminggu lagi sekolah sudah dimulai, Aku harus belajar banyak kan ? toko juga tutup, dingin...siapa orang bodoh yang keluar malem2 buat cari baju seragam? lagian barang ditoko juga habis, Akhirnya aku hanya tidur...makan dan tidur lagi...Pinggangku terasa sakit banget, perutku mulas karena kekenyangan, semoga aja tidak ada orang kelaparan di sekitar rumahku agar aku tidak berdosa...
Rabu, 08 Oktober 2008
MIMPI

BY IRUL CEPU
Ahad ( kata yang digunakan untuk menyebut hari minggu bagi umat islam, anehnya aku selalu dimarahi sama pak kyai kalo menyebut minggu, emang kenapa ya? ada yang tau gak? mungkin lutfi sama bajuri tau...)tanggal 05 oktober 2008, Lima hari setelah hari raya idul fitri, Aku mudik ke tempat ibu, didaerah sambong desa ledok, kab blora. itu lo...daerah yang kaya akan minyaknya. Aku bermimpi ketemu dengan teman2 geng, semuanya...bahkan mas prio dan mbak acik menyambutku dengan ramah, seperti seorang superhero, bahkan mereka memelukku, duh...bulir2 air bening menetes di sudut mataku, terasa haru banget. tapi begitu aku sadar (bangun tidur)aku berteriak spontan dan histeris...REUNI...tapi kapan? ketuanya aja udah gak ketahuan rimbanya, wakilnya apalagi...aku rindu saat2 kita berkumpul bersama lagi, meragut asa dan semua kegilaan di masa muda...
NB; Dalam mimpi itu aku gak menemukan mbak unik dan mas budi, mereka kemana ya? apakah pamit kemari adalah...
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, AKU ANGGOTA TERTUA PASTI PUNYA BANYAK SALAH, TERUTAMA POSTINGANKU DI BLOG INI YANG SANGAT MENYAKITKAN. BILA AKU MASIH DIANGGAP KELUARGA, MAAFIN AKU YA...SEMUANYA
Sabtu, 27 September 2008
MALAM LAILATUL QODAR
Beberapa ulama mengatakan bahwa malam lailatul qodar adalah malam yang sangat istimewa, Dimana pahala ibadah pada malam itu dilipat gandakan seperti ibadah seribu bulan, Aku pernah mengalami hal yang luar biasa pada bulan Ramadhan, Tapi aku tidak berani menyebutnya sebagai malam lailatul qodar, Karena akan menimbulkan fitnah. Kalo tidak salah sepuluh hari terakhir ramadhan, Aku bersama seorang teman duduk di serambi masjid setelah selesai i'tikaf, Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, Aku belum juga merasa ngantuk, Malah asyik berdiskusi dengan temanku itu, Tiba-tiba saja aku merasa langit di sebelah selatan amat terang benderang dengan senyum bundar sang rembulan yang dihiasi selimut kabut berwarna kuning dan merah. hatiku merasa tenteram sekali melihat fenomena alam itu. Aku tidak berfikir, Bagaimana mungkin ada bulan berwujud bundar di 10 hari terakhir pada suatu bulan,harusnya bulan terlihat separo, atau hampir sempurna.
Karena sudah capek dan fenomena alam itu juga sudah hilang, hanya berlangsung sekitar 5menit, Aku masuk ke masjid untuk sholat 2rokaat, Aku juga lupa sholat apa waktu itu. Setelah itu aku pulang untuk sahur.
Itu kejadian yang kualami beberapa tahun lalu, saat aku masih menjadi orang baik, Karena sekarang aku merasa bukan orang yang berguna, Bayangkan saja selama bulan Ramadhan aku tidak pernah pergi kemasjid pada waktu malam hari, Untuk tadarus atau i'tikaf bersama teman2 santri atau para ulama kyai. Aku justru lebih sering di warnet untuk melihat video porno pada pagi hari, Biarpun hanya setengah jam, Tapi aku yakin itu terbukti efektif mengurangi pahala puasa, Harusnya aku tadarus minimal 30menit seperti yang aku lakukan jika ke warnet, Jarak dari rumah dengan warnet pun cukup jauh, tiga kilometer, Sedangkan jarak masjid hanya 500meter. Benar2 sebuah wajah kemunafikan dari seorang irul cepu.
Seandainya mas budi ada di sini dan tahu dengan apa yang aku alami pasti dia akan menamparku dengan buku "Tamu2 Allah", Atau habiburrahman el Shirazy pasti akan memukul kepalaku dengan buku "Dalam mihrab Cinta".Benar2 munafik...
Karena sudah capek dan fenomena alam itu juga sudah hilang, hanya berlangsung sekitar 5menit, Aku masuk ke masjid untuk sholat 2rokaat, Aku juga lupa sholat apa waktu itu. Setelah itu aku pulang untuk sahur.
Itu kejadian yang kualami beberapa tahun lalu, saat aku masih menjadi orang baik, Karena sekarang aku merasa bukan orang yang berguna, Bayangkan saja selama bulan Ramadhan aku tidak pernah pergi kemasjid pada waktu malam hari, Untuk tadarus atau i'tikaf bersama teman2 santri atau para ulama kyai. Aku justru lebih sering di warnet untuk melihat video porno pada pagi hari, Biarpun hanya setengah jam, Tapi aku yakin itu terbukti efektif mengurangi pahala puasa, Harusnya aku tadarus minimal 30menit seperti yang aku lakukan jika ke warnet, Jarak dari rumah dengan warnet pun cukup jauh, tiga kilometer, Sedangkan jarak masjid hanya 500meter. Benar2 sebuah wajah kemunafikan dari seorang irul cepu.
Seandainya mas budi ada di sini dan tahu dengan apa yang aku alami pasti dia akan menamparku dengan buku "Tamu2 Allah", Atau habiburrahman el Shirazy pasti akan memukul kepalaku dengan buku "Dalam mihrab Cinta".Benar2 munafik...
Selasa, 16 September 2008
JIWA2 PEMBERONTAK...
Tadi sore diadakan buka puasa bersama anak2 taman pendidikan Al Quran ( TPQ ) Masjid Baitur Rahman Dukuh Jambe Tambakromo Cepu, Ada kejadian yang cukup menyebalkan sebelum acara buka Puasa bersama berlangsung.
Aku selaku panitia konsumsi yang merangkap sebagai ustadz, kesulitan membawa nasi untuk bika puasa bersama, Akhirnya aku meminta anak Jambe untuk menbantu mengambil makanan di rumahku, Kutunggu...anak Jambe tersebut belum datang, Akhirnya aku berjalan sambil menunggu...ternyata kami berpapasan di tengah jalan , Aku menyerahkan dua bungkus besar berisi nasi untuk buka puasa bersama, Posisi kami memang salah, berada di tengah jalan, Tapi ketika itu jalan sedang sepi, Karena jalan kampung, Tak tahunya ada anak remaja yang naik sepeda motor di gas kencang datang menuju ke arah kami, Aku kaget...si anak jambe yang aku seahi makanan tadi diserempet dan kena kakinya. Padahal dia sudah berjalan dan menepi, Anehnya anak remaja yang menyerempet itu malah memaki-maki aku..
" Ojo nang tengah ndalan ngono lo..."
Kontan aku membaca istighfar dan diam, Bukannya tak berani...tapi gak enak dengan orang-orang kampung yang melihat kejadian tersebut, Lagian ini kan juga bulan puasa, selain itu aku berpakaian seperti ustadz...pakai sarung dan peci putih.
Aku malu dengan pakaianku seandainya harus adu mulut, Puasa kali ini terlalu sayang bila dikotori dengan perkataan kotor, Apalagi berpakaian santri.
Tapi aku tidak tinggal diam,hatiku memberontak dan memohon keadilan Allah. Ah...semoga tidak terjadi apa-apa dengan anak itu dirumah...
Aku selaku panitia konsumsi yang merangkap sebagai ustadz, kesulitan membawa nasi untuk bika puasa bersama, Akhirnya aku meminta anak Jambe untuk menbantu mengambil makanan di rumahku, Kutunggu...anak Jambe tersebut belum datang, Akhirnya aku berjalan sambil menunggu...ternyata kami berpapasan di tengah jalan , Aku menyerahkan dua bungkus besar berisi nasi untuk buka puasa bersama, Posisi kami memang salah, berada di tengah jalan, Tapi ketika itu jalan sedang sepi, Karena jalan kampung, Tak tahunya ada anak remaja yang naik sepeda motor di gas kencang datang menuju ke arah kami, Aku kaget...si anak jambe yang aku seahi makanan tadi diserempet dan kena kakinya. Padahal dia sudah berjalan dan menepi, Anehnya anak remaja yang menyerempet itu malah memaki-maki aku..
" Ojo nang tengah ndalan ngono lo..."
Kontan aku membaca istighfar dan diam, Bukannya tak berani...tapi gak enak dengan orang-orang kampung yang melihat kejadian tersebut, Lagian ini kan juga bulan puasa, selain itu aku berpakaian seperti ustadz...pakai sarung dan peci putih.
Aku malu dengan pakaianku seandainya harus adu mulut, Puasa kali ini terlalu sayang bila dikotori dengan perkataan kotor, Apalagi berpakaian santri.
Tapi aku tidak tinggal diam,hatiku memberontak dan memohon keadilan Allah. Ah...semoga tidak terjadi apa-apa dengan anak itu dirumah...
Langganan:
Postingan (Atom)